Wamenkes: Laporkan Rumah Sakit yang Tolak Jamkesmas
Tanggal: Tuesday, 22 November 2011
Topik: Narkoba


KOMPAS.com, 21 November 2011

BANDUNG BARAT — Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti menegaskan, jaminan kesehatan masyarakat adalah bentuk jaring pengaman kesehatan bagi warga tidak mampu agar bisa berobat ke rumah sakit. Hingga kini, pihaknya tidak memberikan toleransi untuk rumah sakit yang menolak pasien dengan Jamkesmas atas alasan apa pun.

"Sebut saja nama rumah sakitnya kalau memang ada," pintanya kepada wartawan yang menanyakan soal kucuran dana Jamkesmas dari pemerintah, Senin (21/11/2011).

Ditemui di Hotel Mason Pine Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Ali Ghufron membuka simposium internasional yang dihadiri negara anggota ASEAN dalam pemberantasan HIV. Dia mengungkapkan, pada tahun 2012 direncanakan alokasi untuk Jamkesmas bakal ditambah Rp 1 triliun dari tahun sebelumnya Rp 5 triliun.

Hingga sekarang, lanjutnya, penyerapan Jamkesmas sudah mencapai 89 persen dengan jumlah sekitar Rp 4 triliun. Dia mengharapkan agar jamkesmas bisa membantu masyarakat tidak mampu untuk tetap bisa mengakses layanan kesehatan.

Disinggung mengenai HIV, Ali Ghufron memastikan bahwa pelayanan kesehatan bagi pengidap HIV/AIDS, termasuk dalam alokasi pengucuran Jamkesmas.

Sumber: http://regional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5242