Sulsel Peringkat Tujuh Penderita HIV
Tanggal: Tuesday, 22 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Fajar Online, 22 November 2011

MAKASSAR -- Provinsi Sulsel termasuk dalam golongan daerah dengan tingkat pertumbuhan kasus HIV/AIDS tinggi di Indonesia. Hingga akhir tahun 2011 ini, Sulsel berada di peringkat tujuh kasus HIV/AIDS mencapai : 3.684 kasus (per September 2010). Sekitar 70, 69 persen kasus HIV/AIDS disebabkan laki-laki.

"Itu data per tahun 2010 lalu. Dengan asumsi ada kenaikan sekitar 10 persen kemungkinan tembus 4.000 kasus HIV/AIDS. Pertumbuhan kasus sangat cepat dan mencengangkan seiring dengan pendataan yang baik," kata Kepala Biro Napsa Pemprov Sulsel, Sri Endang Suharsi kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin 21 November, kemarin.

Di antara kasus ini, umumnya penderita HIV/AIDS juga adalah penderita kasus Narkotik dan Zat Adaktif (Napza). Pengguna napza di Sulsel sesuai data Badan Narkotika Nasional (BNN) mecapai 116.000 kasus atau peringkat delapan nasional. Ada sekitar 54,41 persen disebabkan pengguna jarum suntik dan 30, 31 persen heteroseksual.

"Kita terus melakukan kampanye soal bahaya HI/AIDS dan Napza. Sulsel termasuk rawan selain karena merupakan daerah terbuka, juga kian majunya sebuah daerah ikut menjadi andil. Masalah HIV/AIDS adalah masalah multidimensi. Mulai persoalan sosial, keluarga, ekonomi hingga persoalan linkungan," kata Sri Endang.

Sulsel kata dia, telah memiliki strong poin yakni hadirnya lembaga yang memperhatikan soal kasus HIV/AIDS dan Napza. Sudah ada lembaga BNN, Biro Napza, bahkan didukung Perda tahun 2009 tentang Penanggulanangan Napza. Namun itu belum cukup jika tidak didukung semua pihak.

"Ke depan kita ingin membentuk desk di kampus-kampus dengan melibatkan akademisi. Anak muda atau usia produktif paling rentang mendapatkan kasus HIV/AIDS dan Napza," ungkapnya.

Penderita HIV/AIDS ibarat fenomena gunung es. Angka penderita 3.684 hanya merupakan kasus yang tercatat di rumah sakit dan pelayanan kesehatan. Menurut Sri Endang ada 5-10 persen yang belum terhitung. Jadi kalau diperkirakan ada 36.000 ribu kasus di Sulsel dari 24 kabupaten/kota.

"Kalau penderita HIV/AIDS ini mengisi Stadion Andi Mattalatta. Maka stadion tua itu sudah tidak muat. Jadi ini dibutuhkan kesadaran keluarga. Anak-anak saat ini sudah sulit dikendalikan," katanya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang menggelar video conference dengan Wakil Menteri Kesehatan, Ali Ghufron Mukti yang menghadiri sebuah aacara kampanye HIV/AIDS di Bandung Jawa Barat.

Menurut Agus, pemerintah provinsi Sulsel sangat serius memperhatikan kasus HIV/AIDS terbukti dengan membuat Perda penanggulangan Napza dan HIV/AIDS. Selain itu ada desk khusus dengan membentuk Biro Napza Penanggulangan.

"Penduduk Sulsel sekitar 8 juta. Sekitar 1,4 juta di antaranya adalah usia produktif atau kalangan remaja yang rentan kena kasus. Kami sangat konsen memperhatikan kalangan ini," jelas Agus. (aci/pap)

Sumber: http://www.fajar.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5255