Video Conference dengan Wakil Menkes Sumut Komit Tanggulangi HIV dan AIDS
Tanggal: Tuesday, 22 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Harian Analisa, 22 November 2011

Medan: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendukung penuh kampanye "Aku Bangga Aku Tahu" yang dilauncing Kemenkes RI. Komitmen Pemprovsu disampaikan Sekdaprovsu Nurdin Lubis dalam video conference dengan Wakil Menteri Ali Ghufron, Senin (21/11) pagi. Video conference dengan Wakil Menkes dilakukan bersama pemerintah 10 provinsi yang kasus HIV dan AIDSnya tertinggi di Indonesia.

Provinsi tersebut yakni, Papua, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Riau dan Sumatera Utara.

Turut mendampingi Sekda, Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Candra Syafei SpOG, Direktur RSH Adam Malik Medan dr Azwan Hakmi Lubis, Kalakhar dan Seklakhar KPA Provinsi Sumut Drs Ibnu Saud dan Drs Achmad Ramadan MA, sejumlah LSM Peduli AIDS, dan lain sebagainya.

Menurut Sekda, komitmen dukungan terhadap penanggulangan HIV dan AIDS sudah terlihat beberapa tahun belakangan ini. Mulai dari peningkatan sarana dan prasarana penunjang seperti memperbanyak Klinik Voluntari Conseling and Testing (VCT), Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) maupun dukungan anggaran.

"Tiap tahun anggaran untuk penanggulangan HIV dan AIDS kita tingkatkan selain peningkatan sarana seperti Klinik IMS dan lainnya," ucap Sekda.

Sekda menambahkan, sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, Provinsi Sumut sudah mensinergikan masalah penanggulangan HIV dan AIDS di kabupaten/kota yang ada.

Ditanggapi positif

Ungkapan Sekda Sumut ditanggapi positif Wakil Menkes Ali Ghufron. Dia menilai, apa yang dilakukan sudah baik.

Dalam video conference itu, diketahui beberapa provinsi lainnya sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang penanggulangan HIV dan AIDS. Perda tersebut, satu bentuk komitmen dan payung hukum untuk penanggulangan HIV dan AIDS di daerahnya. Hanya saja, karena masalah ini menyangkut masalah prilaku, maka realisasi di lapangan Perda masih belum maksimal.

Menyikapi hal ini, Kadis Kesehatan Sumut dr Candra Syafei SpOG menyebutkan, walaupun Sumut belum ada Perda HIV dan AIDS, namun dalam realitasnya, program penanggulangan HIV dan AIDS di Sumut sudah berjalan. "Dukungan anggaran kita baik dari Global Fund-ATM (AIDS Tuberculosa Malaria), dari APBN maupun dari APBD Sumut sendiri," jelas Candra usai video conference.

Hanya saja, lanjut Candra, masalah HIV dan AIDS bukan hanya masalah kesehatan. Tapi, ini menyangkut semua sektor yang ada baik pemerintah maupun swasta. Artinya, semua pihak harus terlibat langsung bersama-sama menanggulangi HIV dan AIDS. "Salah satu contoh, tokoh agama, dalam khutbahnya bisa memberikan penjelasan kepada umat. Begitu juga tokoh agama lainnya," jelas Kadis. (nai/ir)

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5259