Kasus HIV/AIDS Pekerja Surabaya Tertinggi di Jatim
Tanggal: Wednesday, 23 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Surabaya Post, 22 November 2011

SURABAYA - Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim mencatat dari 38 kabupaten/kota di Jatim, Surabaya menempati peringkat teratas sebagai kota penderita HIV/AIDS dari kalangan pekerja. Dengan rincian Surabaya sebanyak 730 orang, Sidoarjo dengan 541 penderita, Kabupaten Malang dan Kota Batu dengan 325 orang penderita, Pasuruan 303 penderita, serta Kota Malang dengan 297 penderita.

Kepala Disnakertransduk Jatim, Harry Soegiri membenarkan Surabaya memiliki peringkat teratas di Jawa timur sebagai kota penderita HIV/AIDS dari kalangan pekerja. Setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Di Jatim, penderita HIV/AIDS memang besar dari kalangan pekerja. “Sebanyak 40 persen penderita adalah kalangan pekerja biasa, sedangkan 20 persennya merupakan pekerja luar negeri (TKI) dari total ada 4.233 orang di Jatim terinfeksi HIV/AIDS,” ujarnya Senin (21/11).

Harry lantas menjelaskan, data yang muncul setiap tahunnya mengenai orang yang terinfeksi HIV/AIDS akan selalu berbeda dan meningkat. Sebab data tersebut seperti fenomena gunung es, hanya terlihat sedikit di permukaan namun mempunyai potensi jumlah lebih besar. "Jumlah ini akan terus meningkat. Pemerintah harus memikirkan cara untuk menanggulangi dan tak hanya sekedar penyuluhan tapi juga harus ada action dan tindakan tegas," imbuhnya.

Menyikapi hal ini, Harry mengaku, bahwa Disnkertransduk telah melakukan upaya pencegahan dan penekanan terhadap penyakit HIV/AIDS, diantaranya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada setiap pekerja terutama terhadap pekerja yang akan berangkat ke luar negeri. Selain juga penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS kepada setiap pekerja.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jatim, Otto Bambang Wahyudi membenarkan angka penderita HIV/AIDS di kalangan pekerja di Surabaya memang tertinggi di Jatim. Hal ini sebagian besar terjadi pada TKI terutama yang baru pulang dari luar negeri dan kaum muda.

“Dalam 10 tahun terkahir jumlah penderita HIV/AIDS di Surabaya terutama di kalangan pekerja memang meningkat. Ini disebabkan dalam 10 tahun terakhir jumlah pengiriman TKI dari Surabaya sangat signifikan,” ucapnya.

Tak hanya itu ia juga mengungkapkan Jawa Timur berada di urutan keempat setelah Papua, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Untuk mengatasi hal ini pihaknya lebih aktif memberikan penyuluhan melalui kampanye terutama terhadap anak-anak muda usia 15 hingga 24 tahun. "Agar yang belum tahu menjadi tahu cara pencegahannya," katanya.

Lanjut Otto dalam menanggulangi penderita atau yang terinfeksi HIV pihaknya lebih melakukan pendekatan humanis dan bijaksana agar bisa diterima semua pihak. Meski, menurutnya, sejak 2004 ada peraturan daerah terkait sanksi bagi penderita HIV/AIDS, jika tidak melapor. “Khusus di daerah lokalisasi, PSK yang terinfeksi HIV lebih dari 5 persen, dan pada populasi pengguna NAPZA suntik (penasun) di Surabaya ada 54 persen terinfeksi HIV,” terangnya. Sementara mereka yang menderita adalah kelompok usia produktif, antara 20-29 tahun. mla,yop

Sumber: http://www.surabayapost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5263