KNPI Medan Timur Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS
Tanggal: Thursday, 24 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Sumut Pos, 23 November 2011

MEDAN – Peran aktif organisasi baik itu organisasi kepemudaan, keagamaan dan semua orang sangat diperlukan dalam mengantisipasi bahaya dari HIV/AIDS dan bahaya dari penggunaan narkoba kepada kalangan pelajar. Menyadari hal tersebut, PK KNPI Medan Timur menggelar sosialisasi bahaya HIV/AIDS di Hotel Royal Perintis, Jalan Perintis Kemerdekaan.

“Sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS dan penggunaan narkoba kepada para pelajar sangat diperlukan. Hal ini agar para pelajar bisa jaga diri dan tidak terlibat akan sex bebas dan penggunaan narkoba dimana mereka merupakan generasi penerus bangsa,” kata Ketua PK KNPI Medan Timur, Amri Tamsan SH, di Hotel Royal Perintis, usai Dialog Interaktif Gerakan Pemahaman & Penanggulangan HIV/AIDS Serta Bahaya Dampak Buruk Narkoba, Sabtu (19/11).

Lebih lanjut, Amri menuturkan, dialog ini diikuti oleh pelajar SLTP, SLTA dan SMK yang ada disekitar Kecamatan Medan Timur. Amri mengatakan, melalui dialog ini diharapkan meningkatkan kesadaran pelajar untuk melakukan kegiatan positif daripada melakukan perbuatan yang dilarang agama. ‘’Dengan dialog interaktif ini, para pelajar mendapatkan pelajaran penting tentang bahayanya penggunaan narkoba sehingga mereka bisa mengantisipasi terjangkit HIV/AIDS. Kita tidak menginginkan para pelajar sekarang terjerumus kedunia narkoba dan terjangkit HIV/AIDS,” sebutnya.

Menurutnya, dialog ini dilakukan juga sehubungan menyambut hari AIDS sedunia awal Desember depan. Kepada para orang tua, Amri menghimbau agar lebih perduli dan memperhatikan setiap gerak-gerik anaknya.

Hal senada diucapkan H M Daud Sagita Putra, tokoh pemuda yang juga ulama di Medan. Diterangkannya, bahwa seseorang bisa terlibat narkoba karena tiga hal. Diantaranya minimnya ilmu pengetahuan tentang bahaya narkoba, pengaruh lingkungan termasuk rumah, dan faktor pendidikan. “Ketiga faktor tadi yang membuat seseorang terjerumus menggunakan narkoba. Maka dari itu, peran aktif dari orang tua sangat diperlukan,” tegasnya.

Miranda (14), salah satu pelajar yang hadir dalam dialog interaktif tersebut mengaku, dirinya sangat senang dengan kegiatan seperti ini karena bisa menambah pengetahuannya tentang bahaya narkoba dan bisa mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memerangi penyakit HIV/AIDS. “Dialog seperti ini merupakan ilmu pengetahuan yang sangat berharga dimana saya bisa tahu tentang bahaya narkoba dan mengantisipasi agar tidak terjangkit penyakit yang belum ada obatnya yaitu HIV/AIDS tadi,” pungkasnya. Sebelum dialog interaktif digelar, terlebih dahulu dilakukan aksi donor darah yang dibantu oleh PMI Kota Medan. Dialog interaktif tersebut juga dihadiri prakitisi kesehatan Dr Delyuzar, Dr Imelda Ritonga, Kadis Kesehatan Kota Medan yang diwakili Rumondang, tokoh pemuda dan ulama, H M Daud Sagita Putra, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Medan, Ahmad Raja Nasution, Sat Narkoba Polresta Medan, AKP Irianto dan diikuti pelajar yang ada di wilayah Kecamatan Medan Timur. Acara juga diisi dengan tanya jawab dari pelajar kepada para nara sumber. (jon)

Sumber: http://www.hariansumutpos.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5274