Pola Penularan HIV-AIDS di Bandung Sudah Bergeser
Tanggal: Thursday, 24 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Pikiran Rakyat, 24 November 2011

BANDUNG - Pola penularan HIV-AIDS di Kota Bandung, sudah mengalami pergeseran dari pengguna napza suntik ke hubungan hetero seksual. Seiring dengan hal itu, terjadi peningkatan kasus HIV-AIDS yang cukup signifikan di kalangan ibu rumah tangga. Meskipun demikian, penyebaran HIV-AIDS melalui pengguna napza suntik secara kumulatif masih tertinggi.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr Rita Verita Sri H, MM, MH.Kes., kepada "PRLM" di kantornya, Jln. Supratman Bandung, Rabu (23/11). "Secara kumulatif dari tahun 1991 hingga September 2011, penderita HIV-AIDS di Kota Bandung ada 2.541 orang. Dari jumlah tersebut 1.204 HIV dan sisanya 1.337 AIDS," katanya.

Menurut Rita, dari 2.541 Orang dengan HIV-AIDS (ODHA), secara kumulatif sejak 1991 sampai September 2011, sekitar 58,65 persen penularan melalui pengguna napza suntik, sedang melalui hubungan hetero seksual sebanyak 28,45 persen. Walau penyebaran HIV-AIDS melalui pengguna napza suntik lebih tinggi dibanding secara hetero seksual, namun penularan HIV-AIDS melalui hetero seksual mulai terlihat meningkat secara signifikan sejak 2007.

"Dari sana terus menaik hingga sekarang. Pergeseran pola penularan HIV-AIDS ke hetero seksual ini harus dicari titik permasalahannya, kenaikan ada dimana. Ditenggarai kemungkinan terjadi penularan dari pengguna napza suntik pada pasangannya," ungkapnya.

Seiring dengan terjadinya pola pergerseran penularan HIV-AIDS ini kata Rita, jumlah penderita HIV-AIDS pada ibu rumah tangga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kondisi seperti itu mulai terlihat mulai 2007. Dari sana, kasus HIV-AIDS pada ibu rumah tangga dari tahun ke tahun meningkat signifikan. "Sampai September 2011, ibu rumah tangga yang terkena HIV-AIDS sebanyak 9,79 persen, sementara tahun 2010 sekitar 9,12 persen. Sedangkan tahun 2007, ibu rumah tangga yang terkena HIV-AIDS jumlahnya 5,9," paparnya.

Rita mengatakan, peningkatan penderita HIV-AIDS pada ibu rumah tangga berkolerasi terhadap peningkatan kasus HIV-AIDS pada anak-anak usia 0-14 tahun. Kasus HIV-AIDS mengalami peningkatan secara signifikan mulai terlihat sejak 2007. "Pada tahun 2007, anak usia 0-14 tahun yang terkena HIV-AIDS sekitar 2,36 persen. Sejak itu, kasus dari tahun ke tahun terus meningkat hingga September 2011 terlaporkan sebanyak 3,35 persen," ucapnya.

Kondisi ini tambah Rita menyebabkan adanya pengalihan fokus kegiatan dari resiko tinggi seperti gay, psk dan pengguna napza suntik pada resiko rendah seperti anak usia sekolah dan ibu rumah tangga. Anak-anak SMP mulai diajarkan bahaya narkoba, kesehatan reproduksi dan bahaya HIV-AIDS. "Bahan-bahan seputar HIV-AIDS diberikan dalam bentuk modul yang diberikan kepada guru UKS. Dari sana diajarkan ke murid-murid," tuturnya.

Sementara itu, sosialisasi ke ibu rumah tangga dilakukan Dinkes Kota Bandung bekerja sama dengan KPA Kota Bandung dan Warga Peduli AIDS (WPA) yang ada ditingkat kelurahan. "Cara lain untuk memutus mata rantai penularan HIV-AIDS, ibu hamil yang HIV positip disarankan melahirkan di rumah sakit yang mempunyai fasilitas lengkap dengan cara operasi sesar. Mereka tidak dianjurkan melahirkan secara normal," ucapnya.

Ibu tersebut juga menurut Rita tidak disarankan menyusui bayinya. Kondisi bayinya baru diketahui tertular tidaknya HIV pada usia sekitar empat bulan. "Meski ibunya HIV positip belum tentu, anaknya kondisinya sama," tuturnya.

Upaya lainnya, bidan yang ada di Puskesmas dilatih untuk PMCT (Prevention Mother Child Transmision). Ibu hamil yang memeriksakan diri ke sarana kesehatan seperti Puskesmas diminta melakukan pemeriksaan darah untuk test HIV. "Kita hanya menyarankan, setuju atau tidak tergantung ibu tersebut," paparnya. (A-62/das)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5279