Pekerja dengan HIV/AIDS perlu dilindungi
Tanggal: Friday, 25 November 2011
Topik: HIV/AIDS


BBC Indonesia, 24 November 2011

Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta hari Kamis (24/11) menyebutkan angka penderita baru HIV/AIDS hingga Juni tahun ini mencapai 1.184 orang.

Dari jumlah itu mereka menyebut 283 orang diketahui memiliki latar belakang sebagai karyawan atau tenaga nonprofesional.

"Kami mendapatkan informasi ini dari Sistem Informasi AIDS Jakarta AIDS yang mengumpulkan laporan dari rumah sakit dan puskesmas di Jakarta," kata Kepala Divisi Promosi Pencegahan KPAP Jakarta, John Alubwaman.

Laporan menyebutkan banyak penderita HIV/AIDS dari kelompok ini masih menutup diri karena khawatir terjadi diskriminasi di lingkungan kerja mereka.

"Sekitar 70% pasien saya dari kalangan pekerja. Banyak dari mereka datang dari luar Jakarta karena khawatir jika mereka berobat di klinik dekat tempat tinggal mereka dan diketahui oleh temannya, mereka akan mendapat stigma," kata Ketua Pokja AIDS RS Tarakan, Ekarini Arya Satiyani.

Sebelumnya Pemerintah DKI Jakarta telah menjanjikan untuk memberikan perlindungan bagi penderita HIV/AIDS. Perlindungan

"Perusahaan meminta dia keluar atau ada kelompok karyawan lain yang meminta pimpinan perusahaan memilih mereka atau dia yang keluar..."

Tika Suryaatmaja

"Kalau masih bisa bekerja kami meminta perusahaan untuk melindungi agar tidak ada stigma dan jangan ada konflik sampai seperti dibuang begitu," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi DKI Jakarta Deded Sukendar.

"Kalau sampai ada konflik karena persoalan ini, kami akan melakukan mediasi dulu namun sejauh ini belum laporan soal kejadian ini."

Meski demikan upaya pemerintah untuk melindungi para pekerja yang mengidap HIV/AIDS dinilai belum maksimal.

"Harus ada badan khusus yang mengawasi hal ini, sehingga tidak menjadi tulisan di buku saja dan kenyataannya diskriminasi masih terus ada," kata salah satu pegiat di Yayasan Pelita Ilmu Tika Suryaatmaja.

Tika yang aktif mendampingi penderita HIV/AIDS di lembaga itu mengatakan diskriminasi masih terus terjadi hingga sekarang.

"Yang kita dengar dia (penderita) diketahui positif HIV/AIDS. Perusahaan kemudian meminta dia keluar atau ada kelompok karyawan lain yang meminta pimpinan perusahaan memilih mereka atau dia yang keluar," jelas Tika tentang pengalaman salah satu penderita HIV/AIDS yang pernah dia dampingi.

Data yang dikeluarkan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta menunjukan jumlah penderita HIV/AIDS terus meningkat, tahun ini saja peningkatan yang terjadi sudah lebih dari 10% dibanding tahun lalu.

Sumber: http://www.bbc.co.uk




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5299