Menurut Ekarini, infeksi HIV mempunyai masa tanpa gejala yang panjang, sehingga pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk menentukan adanya infeksi HIV.

"Masa tanpa gejalanya tiga hingga 10 tahun, jadi rata-rata dalam kurun waktu itu para penderita menyangka mereka hanya menderita penyakit biasa seperti demam, nyeri otot dan sendi, nyeri kepala, diare, dan jamur di mulut. Padahal itu semua adalah gejala HIV," jelas Ekarini.

Ekarini mengimbau agar masyarakat melakukan pemeriksaan cek darah baik secara sukarela maupun tes atas anjuran petugas kesehatan agar cepat diketahui apakah terjangkit atau tidak.">


Apakah Anda Yakin Bebas HIV/AIDS ?
Tanggal: Friday, 25 November 2011
Topik: HIV/AIDS


BANGKAPOS.COM, 24 November 2011

JAKARTA - Kasus HIV/AIDS dipandang sebagai fenomena gunung es. Banyak yang terinfeksi HIV dan AIDS sebenarnya banyak namun saat ini yang diketahui baru sedikit. Hal ini disampaikan oleh Ketua Kelompok Kerja HIV RSUD Tarakan, Jakpus, Dr Ekarini Aryasatiani.

"Sebenarnya banyak yang terinfeksi HIV/AIDS namun mereka tidak sadar. Dan rata-rata mereka mengetahui terinfeksi setelah parah," jelas Ekarini, Kamis (24/11/2011).

Menurut Ekarini, infeksi HIV mempunyai masa tanpa gejala yang panjang, sehingga pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk menentukan adanya infeksi HIV.

"Masa tanpa gejalanya tiga hingga 10 tahun, jadi rata-rata dalam kurun waktu itu para penderita menyangka mereka hanya menderita penyakit biasa seperti demam, nyeri otot dan sendi, nyeri kepala, diare, dan jamur di mulut. Padahal itu semua adalah gejala HIV," jelas Ekarini.

Ekarini mengimbau agar masyarakat melakukan pemeriksaan cek darah baik secara sukarela maupun tes atas anjuran petugas kesehatan agar cepat diketahui apakah terjangkit atau tidak.

"Segera cek darah, untuk meyakinkan bebas dari HIV/AIDS. Jangan sampai terlambat dan menyesal jika sudah parah," tambah Ekarini.

Sumber: http://bangka.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5301