Wapres Instruksikan Lima Langkah Pemberantasan AIDS
Tanggal: Sunday, 27 November 2011
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 27 November 2011

JAKARTA: Upaya pemberentasan epidemi AIDS di Indonesia masing belum optimal. Pasalnya, jumlah yang terkena infeksi baru masih meningkat.

Karena itu, Wakil Presiden Boediono mengungkapkan lima langkah untuk berantas epidemi AIDS. Wapres mengatakan angka prevalensi penderita AIDS memang masih rendah, yakni 0,17% dari seluruh penduduk, namun jumlah penderita baru terus meningkat.

"Ini mungkin karena pencatatan yang lebih baik. Tapi nampaknya juga karena upaya pencapaian sasaran untuk pencegahan yang belum optimal," ujar Wapres, saat memberikan sambutan dalam peringatan hari AIDS sedunia di Silang Monas Jakarta, Minggu (27/11).

Selain itu, ujar Wapres, meskipun angka kematian di antara orang yang terkena AIDS tampaknya mulai menurun, berkat upaya-upaya keras pihak terkait, jumlah orang yang meninggal akibat AIDS saat ini masih signifikan, yaitu sekitar 3.000-5.000 orang pertahun atau sekitar 10 orang yang meninggal setiap hari akibat AIDS.

"Pada 2007 angka ini adalah 21%, pada tahun 2008 menjadi 17%. Statistik menunjukkan bahwa penderita AIDS yang memperoleh akses kepada obat anti retroviral belum mencapai 40% dari seluruh penderita," ujarnya.

Untuk itulah, ia meminta agar seluruh pihak agar melaksanakan langkah-langkah untuk pemberatasan epidemi AIDS. Pertama, perluasan jaringan fasilitas pelayanan bagi penderita HIV/AIDS. Kedua, peningkatan keikutsertaan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.

Ketiga, perbaikan koordinasi dan tata kelola dari semua pihak dan instansi yang ikut menangani masalah HIV/AIDS di tanah air. Keempat, perbaikan sistem informasi. Dan terakhir, mobilisasi dana, baik dari luar maupun dalam negeri, untuk membiayai peningkatan kuantitas dan kualitas penanganan HIV/AIDS di tanah air.

Wapres juga mengatakan kelompok yang paling rawan terhadap HIV/AIDS adalah kelompok usia 15-49 tahun, atau kelompok produktif. Oleh karena itu, sangat perlu kelompok ini dibekali dengan pengetahuan dan layanan, sehingga mampu melindungi dirinya dan melindungi orang lain terhadap risiko-risiko penularan HIV/AIDS.

Wapres menegaskan HIV/AIDS adalah musuh bersama. Ia mengajak semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha, LSM, pekerja dan unsur masyarakat lainnya, untuk memadukan langkah menanggulangi HIV/AIDS di tanah air.

"Marilah kita amankan sasaran MDG’s yang telah kita tetapkan di bidang penanggulangan penyakit ini di tanah air. Dan akhirnya marilah kita mantapkan niat dan tekad kita semua untuk mencapai sasaran itu, dengan semangat baru mengiringi peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini. Selamat memperingati Hari AIDS Sedunia 2011," tandasnya. (Mad/OL-10)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5315