Hubungan Heteroseksual Biang Utama HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 28 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Pikiran Rakyat, 27 November 2011

JAKARTA - Biang utama terjadinya penyakit HIV/AIDS di Indonesia telah terjadi pergeseran. Yakni, transmisi HIV secara heteroseksual menjadi penyebab utama (76,3%), disusul oleh transmisi HIV melalui penggunaan NAPZA suntik tidak aman (16,3%), dan kemudian oleh transmisi HIV secara homoseksual (2,2%).

Hal itu terungkap dalam puncak peringatan Hari AIDS Sedunia 2011 yang dipusatkan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu (27/11). Peringatan itu dibuka Wakil Presiden Boediono. Hadir di antaranya Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan sekitar 6.700 dari pelajar, buruh, pelaku usaha, kalangan pemerintah dan juga LSM.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar selaku Ketua Umum Panitia Nasional Hari AIDS Sedunia 2011 mengungkapkan, di Indonesia, berdasarkan informasi dari Komisi Penanggulangan AIDS dan data resmi dari Kementerian Kesehatan pada triwulan II - 2011 terlaporkan sebanyak 6.087 kasus baru HIV.

Sampai akhir Juni 2011 secara kumulatif jumlah kasus AIDS tercatat sebanyak 26.483 kasus. Dilihat dari kelompok umur, pengidap terbesar pada kelompok umur 20-29, yaitu sebanyak 36,4%, disusul dengan kelompok umur 30-39 tahun sebanyak 34,5%.

Di samping itu, Indonesia juga tergolong sebagai negara dengan epidemi Human immunodeficiency virus (HIV) dan Acquired immune deficiency syndrome or acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). HIV/AIDS terkonsentrasi di mana pada wilayah-wilayah tertentu prevalensi populasi kuncinya sudah mencapai 5 persen atau lebih. Bahkan Provinsi Papua tergolong sebagai daerah generalized epidemic dimana masyarakat umum pengidap HIV dan AIDS sudah lebih dari 1 persen.

Muhaimin mengatakan, pemerintah, pengusaha dan pekerja wajib bekerja sama melaksanakan upaya- upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. "Upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja dapat dilaksanakan dengan cara mengembangkan kebijakan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dan menyebarluaskan informasi dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan tentang HIV/AIDS."

Selain itu, dunia usaha pun harus berpartisipasi aktif dan memberikan perlindungan kepada Pekerja/Buruh dengan HIV/AIDS dari tindak dan perlakuan diskriminatif serta menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) khusus untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Melalui peringatan HAS tahun 2011 ini juga diharapkan pelaku dunia usaha tidak lagi melakukan stigma dan diskriminasi terhadap orang yang terkena HIV dan AIDS. (A-78/A-89)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5319