Buruh Migran Rentan Kena HIV dan AIDS
Tanggal: Monday, 28 November 2011
Topik: HIV/AIDS


TRIBUNNEWSBATAM, 27 November 2011

JAKARTA - Buruh migran Indonesia, khususnya perempuan, rentan terkena virus HIV dan AIDS. Ini disebabkan tingginya mobilisasi buruh di luar negeri, terutama ketika berada di wilayah yang tinggi angka pengidap HIV dan AIDS.

Sejak tahun 2004, penelitian Solidaritas Perempuan (SP) mengungkapkan, buruh migran terutama perempuan, mengalami kerentanan terhadap HIV.

"Sejak tahap sebelum berangkat (pre-departure), di negara tujuan (post-arrival), dan juga proses kepulangan ke kampung halaman (reintegration)," kata Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan (SP), Risma Umar dalam rilisnya, Minggu (27/11/2011).

Data HIPTEK (Himpunan Pemeriksa Tenaga Kerja), menyebutkan, tahun 2010 terdapat 0.11% buruh migran yang menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat ke luar negeri dinyatakan positif HIV.

Angka ini meningkat dari tahun 2005 dengan prevalensi positif HIV 0,087%. Tahun 2010, Peduli Buruh Migran menangani 50 Buruh Migran yang terinfeksi HIV.

Penyebabnya, kata Umar, belum siapnya peraturan perundangan-undangan yang mengatur lebih rinci dalam menjamin buruh migran terkait terkait kesehatannya.

Maka, ratifikasi Konvensi Migran 1990 sudah harus segera dilakukan, karena dalam konvensi terdapat hak-hak buruh migran, termasuk hak atas kesehatan.

"Akibat Indonesia belum meratifikasi Konvensi Migran 1990, maka perempuan Indonesia akan rentan tertular HIV dan AIDS," kata Umar.

Sekarang pemerintah tengah mempersiapkan Rancangan Undang-undang dan Naskah Akademik Ratifikasi Konvensi Migran 1990. "Namun kenyataannya hingga saat ini, prosesnya berjalan sangat lambat," imbuhnya.

Sumber: http://batam.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5322