Jelang Hari AIDS Sedunia Dunia Sukses Kalahkan HIV?
Tanggal: Monday, 28 November 2011
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 27 November 2011

Jakarta - Angka global untuk kematian akibat penyakit AIDS menjadi kabar yang baik bagi dunia yakni turun 21% sejak puncaknya pada 2005. Benarkah penyakit mematikan ini sudah dikalahkan?

Secara global, sebagaimana laporan UNAids 2011, jumlah infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) per 2010 turun 21% dari jumlah puncaknya. Lembaga ini menyatakan, jumlah tersebut turun karena pengobatan HIV/AIDS meningkat pesat.

“Dunia berada diambang sebuah gebrakan baru yang signifikan. Bahkan di masa krisis yang sulit, kita semua masih merespon AIDS. Masyarakat dunia mulai bisa mengakses pengobatan terhadap HIV secara meluas,” kata Direktur Eksekutif UNAids Michel Sidibe.

Dalam penelitian terbaru ini disebutkan, jumlah orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) di dunia mencapai jumlah terbanyaknya, yakni 34 juta orang. Kawasan dengan perkembangan jumlah akses terbaik adalah Afrika Sub-Sahara, dengan kenaikan 20% pada 2009-2010.

Setengah dari jumlah yang layak mendapatkan perawatan, saat ini dinyatakan telah menerimanya. UNAids memperkirakan, 700 ribu kematian akibat AIDS bisa dihindari tahun lalu karena akses pengobatan yang lebih baik.

Hal ini tentunya berujung pada berkurangnya jumlah infeksi HIV yang baru karena orang yang mendapatkan perawatan tak lagi menularkan penyakit tersebut pada orang lainnya. Per 2010, diperkirakan ada 2,7 juta infeksi HIV baru atau turun 3,2 juta dari 1997.

Sedangkan kematian akibat penyakit yang berhubungan dengan AIDS, turun dari 2,2 juta per 2005 menjadi 1,8 juta pada tahun lalu. Jika dibandingkan dengan laporan-laporan UNAids sebelumnya, angka-angka ini terus turun secara signifikan.

“Jumlah infeksi HIV turun 30-50% dibandingkan saat ODHA kesulitan mendapatkan akses ke pengobatannya,” demikian laporan UNAids. Beberapa negara juga patut mendapatkan acungan jempol karena membaiknya akses pengobatan HIV/AIDS.

Di Namibia, akses perawatan untuk AIDS mencapai 90%. Penggunaan kondom naik 75% dan menyebabkan turunnya penularan HIV hingga 60% per 2010. UNAids menyatakan, perawatan untuk HIV/AIDS akan terlihat merata dan menyeluruh dalam lima tahun ke depan.

Meski begitu, dalam laporannya, lembaga ini menyatakan epidemi AIDS belumlah tuntas diberantas. “Akhir dari HIV/AIDS akan terjadi jika negara-negara berinvestasi dengan cerdas,” lanjut laporan UNAids.

Masa depan pemberantasan AIDS juga cukup menjanjikan. LSM bidang kesehatan seperti Medecins Sans Frontieres (MSF), mengimbau pemerintah untuk terus mendanai upaya perawatan dan pencegahan HIV/AIDS. Sebab, hasil yang mulai menggembirakan ini harus diteruskan.

“Belum pernah terjadi di lebih dari satu dekade terakhir, perawatan ODHA mencapai hal yang menjanjikan. Kita bisa mengalahkan epidemi ini,” ujar Tido von Schoen-Angerer dari MSF, gembira karena kabar baik ini akan mewarnai peringatan Hari AIDS Dunia 1 Desember mendatang.

Ia meminta pemerintah di negara-negara yang statistik ODHA-nya tinggi untuk terus bertindak. Terus membiayai penelitian sains dan memanfaatkan momen baik ini agar bisa mengalahkan epidemi AIDS. “Tentu saja, perjuangan ini tak ada artinya jika tak ada uang,” lanjutnya. [mdr]

Sumber: http://www.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5324