Pekerja dengan HIV tetap Peroleh Jaminan Kesehatan
Tanggal: Monday, 28 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Media Indonesia, 28 November 2011

JAKARTA: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengingatkan bahwa tidak boleh ada diskriminasi dalam dunia kerja termasuk kepada para pengidap HIV/AIDS dalam mendapatkan layanan kesehatan.

"Semua buruh, pekerja, termasuk yang terkena HIV, berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang terjangkau, jaminan asuransi, perlindungan sosial dan berbagai paket asuransi kesehatan lainnya," kata Muhaimin dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (27/11).

Menakertrans selaku Ketua Umum Panitia Nasional Hari AIDS Sedunia (HAS) 2011 dalam puncak acara Hari AIDS Sedunia 2011 yang dipusatkan di Lapangan Silang Monas Jakarta, Minggu juga menegaskan bahwa pemerintah, pengusaha dan pekerja wajib bekerja sama melaksanakan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.

Upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja dapat dilaksanakan dengan cara mengembangkan kebijakan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dan menyebarluaskan informasi dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan tentang HIV/AIDS.

Selain itu,dunia usaha juga diminta berpartisipasi aktif dan memberikan perlindungan kepada Pekerja/Buruh dengan HIV/AIDS dari tindak dan perlakuan diskriminatif serta menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) khusus untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

"Upaya melindungi pekerja dan dunia usah dari HIV dan AIDS wajib diterapkan sebagai salah satu bentuk program Keselamatan dan kesehatan Kerja (K3). Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM dan menjamin kelangsungan usaha," ujar Muhaimin.

Menakertrans juga berharap melalui peringatan HAS tahun 2011, pelaku dunia usaha tidak lagi melakukan Stigma dan Diskriminasi terhadap orang yang terkena HIV dan AIDS.

"Secara khusus Peringatan HAS Tahun 2011 ini adalah untuk mengkampanyekan pentingnya penanggulangan HIV dan AIDS di dunia kerja sebagai bagian dari perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mengingat bahwa lebih dari 85 persen para pengidap HIV dan AIDS adalah usia produktif," kata Muhaimin.

Solidaritas, kepedulian dan dukungan dikatakan Menakertrans haruslah menjadi pedoman dalam menanggapi persoalan HIV / AIDS di dunia kerja.

Di Indonesia, data dari Komisi Penanggulangan AIDS dan Kementerian Kesehatan pada triwulan kedua tahun 2011 terlaporkan sebanyak 6.087 kasus baru HIV. (Ant/Ol-3)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5330