RSHS Jadi Pilot Project Wisata Kesehatan
Tanggal: Monday, 28 November 2011
Topik: Narkoba


Galamedia, 28 November 2011

PASTEUR - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) ditunjuk sebagai satu dari empat RS pilot project untuk wisata kesehatan (health tourism) di Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Selain itu, RSHS juga akan menjadi rumah sakit Indonesia kelas dunia di bidang pelayanan, pendidikan, dan penelitian dalam waktu secepatnya," ungkap Dirut RSHS, dr. Bayu Wahyudi saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RSHS yang ke-88 di RSHS Jln. Pasteur, Minggu (27/11).

Dalam peringatan HUT RSHS yang bertema "Dengan melaksanakan kaidah-kaidah pelayanan kesehatan berorientasi pasien, kita wujudkan RSHS menjadi rumah sakit Indonesia kelas dunia". Kegiatan itu sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-47 yang jatuh pada 12 November, Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember, dan Hari Diabetes sedunia pada 15 November. Turut hadir Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Ali Ghufron Mukti dan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat dr. Alma Luchyati.

Menurut Bayu, selain RSHS tiga rumah sakit lainnya yang ditunjuk sebagai pilot project health tourism adalah RS Santosa (Bandung), RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RS Siloam (Jakarta). Pihaknya optimistis akan segera mencapai apa yang ditargetkan tersebut.

Saat ini, dari segi pelayanan kesehatan RSHS telah terakreditasi dalam 16 pelayanan sebanyak 3 kali berturut-turut. Kemudian terakreditasi sebagai rumah sakit pendidikan, dan telah mendapatkan sertifikat ISO 9001 : 2008.

Sementara untuk rumah sakit kelas dunia, sedang dipersiapkan untuk meraih akreditasi dari Joint Commision Internasional (JCI), yaitu pengakuan terhadap rumah sakit oleh JCI bahwa rumah sakit tersebut telah memenuhi standar internasional yang bertujuan untuk menjamin dan meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan kepada pasien.

Dilihat dari segi sarana, khususnya penyediaan gedung telah diupayakan merealisasikan pembangunan berdasarkan master plan tahun 1995. Antara lain telah dibangun Gedung Emergency Unit, Central Operating Theater, dan Intensive Care Units dengan dana soft loan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

"Sementara melalui dana baik dari APBN, PNBP maupun bantuan Gubernur Provinsi Jawa Barat, telah berhasil membangun Gedung Ilmu Penyakit Dalam pada 1996 dan Gedung Pelayanan Terpadu Kemuning untuk rawat inap Jamkesmas/Jamkesda dengan 400 tempat tidur pada tahun 2010. Dengan tambahan itu, berarti RSHS telah menyediakan layanan sebanyak 60 persennya bagi pasien Jamkesda/Jamkesmas," ucapnya. (B.107)**

Sumber: http://www.klik-galamedia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5331