Jamsostek Sponsori Hari AIDS Sedunia di Sulut
Tanggal: Tuesday, 29 November 2011
Topik: Narkoba


TRIBUNMANADO.CO.ID, 28 November 2011

MANADO ‑ PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Sulawesi Utara (Sulut) mensponsori pelaksanaan hari puncak AIDS sedunia tingkat provinsi ini, berlangsung 29 November 2011.

"Jamsostek ditunjuk sebagai sponsor karena badan usaha milik negara ini dekat dan memberi pelayanan kepada pekerja, dimana mereka rentan terkena penyakit ini," kata Sekretaris Panitia Hari AIDS sedunia tingkat Sulut, Chris Sondakh di Manado, Senin.

Chris mengatakan, dengan ditunjuknya Jamsostek sebagai sponsor utama hari AIDS sedunia ini di Sulut, maka diharapkan perusahaan ini selain mampu membantu dari sisi dana juga memberikan sosialisasi kepada pekerja bagaimana menangkal penyebaran penyakit ini sehingga tidak meluas dan bagaimana sikap pekerja terhadap penderita.

Kepala PT Jamsostek Cabang Sulut, Arief Budiarto mengatakan, penunjukkan Jamsostek sebagai sponsor hari AIDS di Sulut merupakan bentuk kepercayaan kepada Jamsostek guna bersama‑sama dengan instansi dan lembaga terkait, membantu pemerintah mengatasi peningkatan penderita AIDS.

"Hari AIDS sedunia merupakan peringatan kepada masyarakat termasuk Sulut untuk lebih peduli bagaimana mencegah agar penyebarannya tidak lebih meluas," kata Arief.

Guna membantu penderita AIDS terkait hari peringatan hari AIDS sedunia tahun ini, kata Arief, maka Jamsostek Cabang Sulut akan memberikan bantuan nutrisi.

"Bantuan diberikan kepada 100 komunitas populasi kunci mitra Komisi Penanggulan AIDS(KPA) Sulut berupa beras, susu dan gula pasir, mereka antara lain, ODHA, PKNI, GWL Kawanua, OPSI Sulut dan IPPI Sulut,"kata Arief.

Sekretaris KPA Sulut, Dr M Tangel‑Kairupan mengatakan, pelaksanaan hari AIDS sedunia dimaksudkan agar ada pemahaman, komitmen dan kepedulian seluruh unsur masyarakat, dunia usaha dan dunia kerja serta sektor terkait di tingkat pusat hingga daerah, berkaitan dengan penanggulangan HIV dan AIDS agar terlaksana secara terpadu dan terkoordinasi antar pemerintah, swasta, LSM dan masyarakat dalam menekan laju epidemi HIV dan AIDS di Indonesia.

"Guna memotivasi keterlibatan semua pihak, maka telah dilaksanakan beberapa kegiatan sebelum hari puncak peringatan hari AIDS sedunia diantaranya jalan sehat massal telah berlangsung tanggal 25 November 2011 lalu," kata Tangel.

Diharapkan dengan adanya peringatan hari AIDS sedunia di daerah ini, maka kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit ini semakin baik, begitu juga stigma kepada penderita berubah dan memperlakukan mereka sebagaimana layaknya dan membantu sehingga penyebaran penyakit ini tidak lebih meluas. (antara)

Sumber: http://manado.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5336