PNS Riau Bakal Tes Urine Cegah HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 29 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Untuk memberikan contoh kepada masyarakat luas, dalam rangka peringatan Hari Aids sedunia, wagubri minta dilaksanakan tes urine kepada PNS di Riau.

Riauterkini, 28 November 2011

PEKANBARU - Dalam Rakorda KPA se-Riau, Wakil Gubernur Riau, HR Mambang Mit yang juga ketua pelaksana Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Riau mengatakan bahwa memang seharusnya untuk mengakurasi data penderita HIV Aids harus dilaksanakan tes urine secara massal. Baik itu masyarakat umum maupun PNS.

Untuk itu. dirinya menghimbau agar dalam rangka memperingati hari Aids Sedunia 1 Desember dilakukan tes urine khususnya kepada PNS. Tentunya itu bisa menjadi contoh kepada masyarakat agar dengan sukarela melaksanakan pemeriksaan rutin ke klinik VCT.

"Total jumlah temuan kasus HIV Aids di Riau adalah 722 orang pengidap HIV dan 629 orang penderita Aids. Untuk tahun 2011 saja terdapat temuan kasus HIV sebanyak 261 orang dan kasus Aids sebanyak 86 orang. Jumlah tersebut sedikit naik dibandingkan tahun 2010 lalu yang penderita HIVnya hanya 257 dan penderita Aidsnya sebanyak 129 orang," terang Mambang Mit.

Tertinggi Pekanbaru

Dari 722 penderita HIV dan 629 pengidap Adis di Riau, Pekanbaru merupakan kota tertinggi jumlah penderitanya. Yaitu mencapai 278 (HIV) dan 379 (Aids). Bengkalis menjadi kabupaten kedua tertinggi penderita HIV Aidsnya di Riau dengan jumlah 124 (HIV) dan 37 (Aids). Posisi ketiga adalah Dumai dengan 109 (HIV) dan 55 (Aids).

Selanjutnya Rokan Hilir dengan 58 HIV dan 40 aids, Pelalawan dengan 43 HIV dan 14 Aids, Kampar dan Siak masing-masing 28 penderita Aids dan 25/24 penderita Aidsnya. Indragiri Hulu sebanyak 11 HIV dan 13 Aids, Meranti 10 HIV dan 5 Aidsnya. Rokan Hulu 8 HIV dan 16 Aids. Terakhir Kuansing dengan 1 HIV dan 3 Aids.

Meranti sebagai 'pendatang baru' di Riau ternyata sudah terdapat penderita HIV Aids. Hal itu disebabkan karena letak geografis Meranti yang berada di kawasan pelabuhan. Sehingg resiko penyebaran Aids cukup tinggi. Terkait dengan hal itu, Wakil Bupati Meranti, Masrul Kasmy di sela acara Rakorda Komisi Penanggulangan Aids se-Riau mengatakan bahwa Pemkab Meranti cukup serius dalam penanganannya. Hal itu dibuktikan dengan dimasukkannya program penanggulangan Aids dalam APBD Meranti.

Katanya, program penanggulangan HIV Aids tersebut dilakukan seperti pemberian pembinaan, penyuluhan kepada masyarakat luas. Termasuk sosialisasi-sosialisasi terhadap masyarakat. Terutama masyarakat dengan resiko tertinggi tertular HIV Aids.

"Penanganan HIV Aids di Meranti juga dilakukan dengan menyandingkan program penanggulangan HIV Aids di Meranti dengan program provinsi dan pusat. Termasuk mengarah kepada pembentukan klinik-klinik VCT untuk mengakomodir warga melakukan pemeriksaan terkait HIV Aids," terangnya.***(H-we)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5337