Belasan WPS Gaet Sopir Sadar IMS
Tanggal: Tuesday, 29 November 2011
Topik: Narkoba


TRIBUNLAMPUNG.co.id, 28 November 2011

Belasan wanita pekerja seks (WPS) lokalisasi pemandangan dan pantai harapan turun ke pertigaan Jalan Baru -Yos Sudarso, tepatnya di depan Pelabuhan Panjang, Senin (28/11) sore.

Kompak berbaju merah, mereka yang tergabung dalam Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) ini mencoba menggait sopir-sopir angkutan yang melintas, agar sadar infeksi menular seksual (IMS). Yakni klamedia, hepatitis Bdan C, herpes, kutil kelamin, raja singa, kencing nanah dan HIV/AIDS.

Para WPS ini, berdiri di persimpangan jalan, menghentikan kendaraan yang melintas dan membagikan selebaran yang berisikan penjelasan soal IMS, penularan dan pencegahannya. Selain itu, mereka juga membagikan kondom terhadap 100 sopir yang melintas.

"Karena yang suka masuk ke lokalisasi itu sopir, bahkan mereka ada yang dari jauh. Misalnya Medan atau Jawa," ungkap Maya koordinator aksi tersebut menjelaskan kenapa sasaran sosialisasi IMS itu ke sopir.

Setidaknya, tambah Maya, para sopir tahu akibat melakukan hubungan seks berisiko. Menurutnya, justru yang terkena IMS kebanyakan dari kalangan pria dan wanita ibu rumah tangga yang dominan tertular dari suaminya.

"Kami tergugah melakukan aksi ini, agar data IMS di Lampung turun," ucapnya. Paling aman, lanjut Maya, agar tidak tertular IMS tidak melakukan hubungan seks berisiko. Kendati demikian, dia mengatakan, orang yang bertamu ke lokalisasi pun tidak sedikit.

"Tidak mengira jika seseorang yang menjadi panutan di kampungnya, suka 'jajan' ke sini (lokalisasi)," ucapnya. Oleh karena itu, dia mengharap, stidaknya mereka yang masih sering 'jajan' paham soal IMS dan bersedia menggunakan kondom.

Maya mengakui sulit memberi kesadaran ke pelanggan untuk memakai kondom. Sabar dengan merayu, diakuinya sebagai kunci agar pelanggan bersedia mengenakan kondom. "Alasan mereka tidak mau mengenakan karena jijik dan rasanya berbeda," tuturnya.

Dia meyakinkan, kondom tersebut diformulasi dengan bahan yang tipis, apa lagi saat indi di produksi dengan berfariasi, baik rasa dan desain. Sehingga, tegasnya, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan kondom.

Kendati masih ada pelanggan yang bandel, Maya mengaku, WPS tetap berusaha dengan merayu dengan membuat nyaman pelanggan. Seperti memasangkannya dengan mulut. Dia menambahkan, aksi bagi kondom merupakan rangkaian kegiatan hari AIDS sedunia yang jatuh 1 Desember.(didik)

Sumber: http://lampung.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5341