PENANGGULANGAN HIV/AIDS Pengusaha dan Pekerja Harus Proaktif
Tanggal: Tuesday, 29 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Suara Karya, 29 November 2011

JAKARTA: Pengusaha dan pekerja wajib bekerja sama melaksanakan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, upaya yang bisa dilakukan dengan menyebarluaskan informasi serta menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan tentang HIV/AIDS. Selain itu, dunia usaha juga harus berpartisipasi aktif dan memberikan perlindungan kepada pekerja/buruh yang terinfeksi HIV/AIDS dari tindakan atau perlakuan diskriminatif, sekaligus menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) khusus untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

"Upaya melindungi pekerja dan dunia usaha dari HIV/AIDS wajib diterapkan. Ini sebagai salah satu bentuk pelaksanaan K-3, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menjamin kelangsungan usaha," kata Muhaimin, yang juga selaku Ketua Umum Panitia Nasional Hari AIDS Sedunia 2011, kemarin. Acara puncak Hari AIDS Sedunia 2011 dipusatkan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu (27/11).

Menurut dia, dunia usaha diharapkan juga tidak lagi melakukan stigma dan diskriminasi terhadap orang yang terkena HIV/AIDS.

"Secara khusus, peringatan Hari AIDS Sedunia untuk mengampanyekan pentingnya penanggulangan HIV/AIDS di dunia kerja. Ini sebagai bagian dari perlindungan karena lebih dari 85 persen para pengidap HIV/AIDS berusia produktif," tutur Muhaimin.

Dia menjelaskan, semua buruh/pekerja, termasuk yang terkena HIV, berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang terjangkau, jaminan asuransi, perlindungan sosial, dan berbagai paket asuransi kesehatan lainnya. (Andrian)

Sumber: http://www.suarakarya-online.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5347