Wilayah Kosambi Tangerang Terbanyak Penderita HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 29 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Media Indonesia, 29 November 2011

TANGERANG: Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang, Banten, menyebutkan Kecamatan Kosambi merupakan dengan dengan jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak.

"Keberadaan tempat prostitusi di Kecamatan Kosambi, menyebabkan wilayah tersebut tergolong dengan penderita HIV/AIDS terbanyak," kata Ketua KPA Kabupaten Tangerang Endang Widyastuti di Tangerang, Senin (28/11).

Endang yang juga Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang itu menjelaskan, tempat prostitusi di wilayah Kecamatan Kosambi di antaranya Dadap Cengin, Sungai Tahang dan Kali Prancis.

Oleh karena itu, KPA Kabupaten Tangerang dan segenap unsur Muspika Kosambi dan warga menggelar pertemuan dalam rangka finalisasi kesepakatan lokal guna mencegah penularan HIV/Aids.

Dijelaskannya pula, dari ketiga wilayah di Kecamatan Kosambi tersebut, jumlah penderita HIV/Aids mencapai 86 orang. Sedangkan data keseluruhan di Kabupaten Tangerang berjumlah 420 orang.

Bahkan, untuk penderita penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang tecatat di Dinkes dari 1851 kasus, 1491 kasus diantaranya terdapat di Kecamatan Kosambi.

"IMS sebagai gerbang awal penderita HIV di Kosambi sangat banyak bahkan hingga 80 persen dari jumlah penderita IMS di Kabupaten Tangerang," katanya.

Untuk itu, menurut Endang, adanya kesepakatan lokal di tiga tempat lokalisasi itu bisa digunakan untuk meminimalisir jumlah penderita HIV di Kecamatan Kosambi.

"Dengan kesepakatan lokal ini diharapkan bisa membuat para wanita pekerja seks bisa menyadari pentingnya melindungi diri serta mencegah penyebaran ke pihak lain," katanya.

Pelaksana Program Pencegahan HIV di kabupaten Tangerang Hadi Irawan mengatakan, saat ini di Kosambi terdapat tidak kurang 650 wanita pekerja seks komersial yang bekerja di 117 kafe atau wisma.

Camat Kosambi Slamet Budi mengaku, telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran HIV di wilayahnya, di antaranya dengan membongkar berbagai bangunan liar yang dijadikan tempat prostitusi. "Kami sudah bosan melakukan pembongkaran, karena baru dibongkar besoknya dibangun lagi," katanya. (Ant/OL-2)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5349