Banyak Jarum Suntik Tak Steril di Klinik China
Tanggal: Tuesday, 29 November 2011
Topik: Narkoba


okezone.com, 29 November 2011

BEIJING - Salah satu media China melaporkan, klinik-klinik di China dipenuhi oleh jarum suntik yang tidak steril. Hal itu pun menyebabkan penyebaran virus Hepatitis C di negeri panda tersebut.

Sekira 13 orang sudah terinfeksi virus Hepatitis C di China, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak. Sementara itu, Suratkabar The Global Times melaporkan, sebanyak 56 orang di Desa Woyang, Provinsi Henan, sudah terjangkit virus tersebut. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Selasa (29/11/2011).

Penyebaran virus tersebut disebabkan karena injeksi dari jarum suntik yang ada di klinik-klinik. Selain masalah jarum suntik, klinik tersebut juga sempat membeli darah dari bank darah yang sudah terinfeksi virus HIV AIDS.

Salah satu laporan yang cukup mengerikan juga muncul pada 2010 lalu, ketika sebuah klinik di China dikabarkan menjual vaksin rabies palsu. Vaksin itu pun digunakan ke para pasien di klinik dan alhasil, pasien-pasien itu tewas.

Vaksin-vaksin tersebut diproduksi di laboratorium bawah tanah dan dijual senilai total 330 ribu Yuan atau sekira Rp440,5 juta.

Rabies sendiri menjadi perhatian besar bagi sektor kesehatan di China. Pemerintah China menyebutkan negara berada di peringkat kedua dibawah India, dalam angka kematian terbanyak akibat rabies di dunia. Lebih dari dua ribu warga China diperkirakan tewas akibat rabies per tahunnya.(rhs)

Sumber: http://international.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5351