Pengidap HIV/AIDS di Kupang Didominasi Pria
Tanggal: Wednesday, 30 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Gatra, 29 November 2011

Kupang - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak 303 orang. sebagian besar adalah pria.

"Dari 303 orang penderita itu terdiri HIV 221 orang dengan komposisi pria 120 orang, perempuan 101 orang serta AIDS 82 orang terdiri pria 62 orang dan perempuan 20 orang," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Kupang, Bastian Benufinit di Kupang, Selasa (29/11).

Benufinit mengaku tidak mengetahui persis penyebab kaum pria yang mendominasi penderita HIV/AIDS tersebut. "Mungkin karena kaum laki-laki yang lebih serius memeriksakan dirinya pada klinik Voluntary Counselling and Testing (VCT) yang ada di Kota Kupang," kata Benufinit, berasumsi.

Hal ini kata Benufinit, sama seperti fenomena perkembangan data jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Kupang yang terus mengalami peningkatan, karena kesadaran masyarakat terutama masyarakat kelompok rentan yang ada di daerah tersebut untuk memeriksakan dirinya ke klinik CVT yang tersedia.

"Karena kondisi itulah, maka bisa diketahui jumlah yang pasti terkait angka pengidap setelah hasil pemeriksaan medis," ujar Benufinit.

Dia menyebutkan, jumlah klinik VCT yang ada di Kota Kupang hingga saat ini empat unit yang masing-masing berlokasi di RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang, RST Wira Sakti Kupang, RS Bhayangkara Kupang serta Klinik VCT Venesia di Yayasan Tanpa Batas (YTB) Kota Kupang.

Menurutnya, pelaksanaan pemeriksaan VCT yang dilakukan di masing-masing klinik, dilakukan secara gratis dan tertutup, untuk menghindari perasaan malu dan takut dari warga yang diperiksa.

Dia menjelaskan, dari jumlah pengidap HIV/AIDS sebanyak 303 itu, untuk komposisi usia, terbanyak pada jenjang usia 26 hingga 30 tahun dengan jumlah pengidap 80 orang.

Menyusul berturut-turut golongan usia 31 hingga 35 tahun 63 orang, usia 21 hingga 25 tahun 55 orang, 36 hingga 40 tahun berjumlah 31 orang serta kelompok usia 46 hingga 50 tahun berjumlah 15 orang.

Sementara untuk kelompok usia nol hingga lima tahun juga memiliki jumlah banyak yaitu 14 orang, kelompok usia 16 hingga 20 tahun berjumlah 16 orang, 51 hingga 55 tahun delapan orang serta usia 56 tahun ke atas berjumlah tiga orang.

Ia mengatakan, angka ini sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga penting bagi semua pihak untuk mengambil langkah bersama untuk tindakan preventif dan terus berlaku represif, agar kemungkinan laju penyebarannya bisa secara perlahan ditekan.

Selain menyediakan klinik VCT yang ada di sejumlah lokasi rumah sakit tersebut, terhadap pengidap juga diberikan pembagian obat berupa ARV (Anti-Retroviral), yang berfungsi untuk memberikan rangsangan untuk meningkatkan kekebalan tubuh pengidap agar kembali bersemangat.

Terhadap ketersediaan obat ARV tersebut, menurut Benufinit cukup tersedia di setiap klinik VCT yang ada, serta di setiap puskesmas dan puskesmas pembantu yang ada di seluruh wilayah Kota Kupang.

"Kita coba sediakan obat itu di sejumlah puskesmas dan puskesmas pembantu secara gratis untuk mempermudah pelayanannya," ujar Benufinit.

Terhadap kemungkinan penambahan klinik VCT di wilayah Kota Kupang, dalam rangka mendekatkan layanan pemeriksaan bagi pengidap HIV/AIDS, Benufinit mengaku, merupakan kewenangan Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr Ary Wijana dalam kesempatan terpisah mengatakan, Pemerintah Kota Kupang segera membangun klinik VCT di setiap puskesmas yang tersebar di setiap kelurahan yang ada di wilayah tersebut.

Untuk memulainya dalam tahun anggaran murni 2012, lanjut dr Ary akan dimulai pada lima puskesmas masing-masing Puskesmas Kupang Kota, Sikuman, Bakunase, Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Alak.

Dia menjelaskan, pembentukan sejumlah puskesmas menjadi sentra pemeriksaan HIV/AIDS dan berlaku sebagai klinik VCT harus dilakukan secara bertahap, namun terencana, dengan pertimbangan sejumlah aspek, baik anggaran yang dimiliki pemerintah, maupun tenaga yang akan bertugas melayani pengidap HIV/AIDS.

dr Ary berharap, rencana tersebut juga mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat yang ada, sehingga upaya bersama pemerintah dan masyarakat untuk menekan laju pertambahan jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Kupang.

Selain itu, dr Ary mengimbau, agar seluruh masyarakat bisa menjaga pola hidup sehat dengan menghindarkan diri dari perilaku seks menyimpang, agar bisa terhindar dari kemungkinan terkena HIV/AIDS tersebut, demi menatap masa depan yang lebih baik. [TMA, Ant]

Sumber: http://www.gatra.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5355