Penderita HIV/AIDS di Bogor Cukup Tinggi
Tanggal: Wednesday, 30 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Pos Kota, 29 November 2011

BOGOR – Penderita HIV/AIDS di Kota Bogor, Jawa Barat cukup tinggi. Hal ini membuat Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Bogor sibuk mencari berbagai terobosan untuk mencegahnya, minimal meminimalisirnya.

Salah satunya adalah dengan menyiagakan sekitar 18 orang sebagai agen untuk turun kelapangan sebagai populasi kunci.“Populasi kunci adalah salah satu cara yang kami lakukan untuk mencegah penularan dan penyebaran HIV dan AIDS. Yang dimaksud dengan populasi kunci itu sendiri adalah orang-orang yang mampu turun ke komunitasnya dan berperan sebagai agen untuk mengarahkan teman-temannya agar menjauhi penularan virus tersebut,” ujar Husain Basalamah, Pengelola Program Global Fun di KPAD Kota Bogor.

Husain menjelaskan, ke-18 orang tersebut diambil dari komunitasnya masing-masing, yang antara lain adalah pengguna napza suntik (penasun), wanita pekerja seks (WPS), waria, gay, warga binaan pemasyarakatan (WBP), dan lain sebagainya. “Yang mana setiap orang nanti akan turun dan mensosialisasikan HIV dan AIDS secara tidak formal,” lanjut Husain.

Disisi lain, dr. Edi Darma, salah satu orang dari Dinas Kesehatan Kota Bogor yang hadir dalam sosialisasi tersebut menjelaskan, pentingnya pengetahuan atas pemahaman mengenai HIV dan AIDS itu sendiri oleh setiap masyarakat Bogor agar angka penularan di Kota hujan ini bisa diketan.

“Sebenarnya, penularan yang sulit kita tekan adalah penularan yang melalui ‘jarum tumpul’, karena orang yang selalu berganti-ganti pasangan sulit untuk dilacak dan tidak mungkin mereka memiliki komunitas. Oleh karena itu kita semua harus tahu bagaimana HIV dan AIDS dapat menular,” kata Edi. (Yopi/b)

Sumber: http://www.poskota.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5360