Kabupaten Belu Jalur Merah HIV/AIDS
Tanggal: Wednesday, 30 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Suara Pembaruan, 30 November 2011

[KUPANG] Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan langsung dengan Republik Demokrasi Timor Leste kini masuk dalam jalur merah penyebaran penyakit HIV/AIDS. Penyakit yang mematikan iitu kini menyebar hampir disemua desa dan kecamatan di kabupaten tersebut.

Berdasrkan data pada Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Belu menunjukkan bahwa dari hasil identifikasi total penderita positif sudah mencapai 572 orang dari usia 20 tahun hingga 49 tahun.

Menurut Ketua KPA Belu, Taolin Lodovikus, kepada SP melalui telepon dari Belu, Rabu (30/11) mengatakan kasus HIV/AIDS tersebut kini sangat meresakan masyarakat Belu. Sebab penyebaran HIV/AIDS sangat cepat dan sampai di Desa dan Kecamatan,” jelas Taolin.

Ia menambahkan saat ini KPA bekerjasama dengan Lembaga Advokasi dan Penelitian (LAP) Timoris mengadakan workshop selama dua hari di Atambua tanggal 29 dan 30 Nopember 2011.

Taolin mengunkapkan, masalah HIV/AIDS yang ada di kabupaten Belu sudah sangat mengkawatirkan, walaupun KPA setiap saat selalu melakukan kampanye kepada masyarakat untuk selalu waspada. Langkah lain untuk pendekatan kepada masyarakat adalah mendekati warga yang terkena virus HIV/AIDS untuk memeriksa kesehatannya di rumah sakit.

Dari data yang ada di KPA Belu, sebut Taolin, penyakit tersebut telah menular kepada masyarakat usia produktif termasuk ibu rumah tangga. “untuk usia 20 – 29 tahun tercatat 225 orang, usia 30-39 tahun tercatat 146 orang, usia 40 – 49 tahun tercatat 477 orang. Sementara untuk kategori pekerjaan yang tercatat ibu rumah tangga sebanyak 161 orang, wiraswasta 52 orang, pekerja seks kormersial (PSK) sebanyak 48 orang dan tukang ojek 45 orang, sehingga penyebaran virus ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Taolin.

Taolin Lodovikus, yang sehari-harinya sebagai wakil Bupati Belu, meminta kepada semua pihak dari berbagai elemen masyarakat untuk sama-sama membantu memberikan penyuluhan atau sosialisasi mengenai bahaya HIV/AIDS, terutama Kepada Tokoh ada dan tokoh masyarakat. Kedepan akan diberikan pelatihan soal langkah-langkah sosialisasi yang bisa diberikan penyadaran kepada masarakat untuk menghidari seks bebas termasuk penyalagunaan narkoba.

Menurut direktur LAP Timoris, Hipol Mawar, mengatakan, kegiatan workshop HIV /AIDS tersebut karena keprihatinan lembaga ini terhadap persoalan HIV/AIDS di kabupaten Belu. Sebab dari data yang ada di KPA Belu tercatat penderita mencapai 572 orang penderita. Jumlah tersebut tercatat pada saat penderita datang sendiri untuk berobat ke Puskemas dan Rumah Sakit Daerah Atambua. Meskipun masih begitu banyak penderita HIV/AIDS yang membaur dengan masyarakat lainnya.

“Kegiatan tersebut juga untuk memperingati hari AIDS yang jatu pada tanggal 1 Desember serta menggugah masyarakat Belu untuk menyadari bahwa bahaya HIV/AIDS sudah didepan mata. Belu sudah masuk Jalur Merah sehingga tidak ada alasan untuk kita berpangku tangan. Mari kita semua bahu membahu ikut bertanggung jawab menyelamatkan generasi muda NTT,” pinta Hipol. [YOS/A-21].

Sumber: http://www.suarapembaruan.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5363