Peningkatan Pelayanan dan Manfaat Program untuk Dongkrak Kepesertaan
Tanggal: Wednesday, 30 November 2011
Topik: Narkoba


Suara Karya, 30 November 2011

Menjelang hari ulang tahunnya ke-34 atau kelahiran tonggak sejarah pelaksanaan program jaminan sosial untuk tenaga kerja di Indonesia pada 5 Desember 2011, PT Jamsostek (Persero) terus berupaya meningkatkan pelayanan dan manfaat program. Dengan ini diharapkan seluruh pengusaha atau perusahaan di Indonesia mau mengikutsertakan pekerja/karyawannya dalam program jaminan sosial.

Upaya peningkatan pelayanan dan manfaat program jaminan sosial ini sekaligus untuk menyongsong tahapan-tahapan implementasi lanjutan dari sistem jaminan sosial nasional (SJSN) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004. Saat ini PT Jamsostek (Persero) program jaminan sosial yang meliputi jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JK), jaminan hari tua (JHT), dan jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK).

Fokus pada pelayanan dan optimalisasi manfaat program jaminan sosial yang diusung PT Jamsostek (Persero) ini disambut positif oleh pemerintah dengan mengubah nomenklatur jabatan dan pengalihan tugas anggota direksi. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor:KEP-213/MBU/ 2011 per 13 Oktober 2011. Terutama dengan membentuk direktorat pelayanan di PT Jamsostek (Persero).

Dukungan penuh dari pemerintah selaku pemegang saham menjadi landasan bagi PT Jamsostek (Persero) untuk melakukan penyesuaian dan optimalisasi dalam pelayanan serta manfaat dari program jaminan sosial yang diselenggarakan saat ini.

Direktur Pelayanan PT Jamsostek (Persero) Djoko Sungkono mengatakan, untuk merealisasikan upaya terkait pelayanan dan manfaat program tersebut, pada tahap awal, dilakukan konsolidasi secara internal. Inventarisasi terkait persyaratan dalam pengurusan klaim santunan dilakukan untuk disederhanakan. Hal ini dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aspek hukum, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara legal dan administratif. Dengan ini pekerja yang menjadi peserta Jamsostek bisa lebih mudah dan nyaman dalam memproses hak-haknya saat mengalami risiko sosial akibat bekerja.

Selain itu, dalam rangka mendorong karyawan PT Jamsostek (Persero) untuk bisa fokus pada tugas-tugas pelayanan, laporan kinerja dan capaian disederhanakan, sehingga bisa lebih cepat dan mudah dimengerti. Distribusi laporan terkait tugas pelayanan dari kantor cabang ke kantor wilayah sampai ke kantor pusat Jamsostek yang cepat dan mudah diharapkan lebih memudahkan koordinasi dan menghindari tumpang tindih dalam pelaksanaannya. Termasuk juga pengecekan terhadap infrastruktur pelayanan, seperti petunjuk teknis, pusat pelayanan kesehatan serta informasi loket-loket di kantor cabang harus jelas serta mudah diketahui dan diakses oleh peserta.

Tambahan

Mulai Desember 2011, PT Jamsostek (Persero) memberikan manfaat tambahan bagi peserta yang diatur dalam Keputusan Direksi Nomor: KEP/310/102011. Manfaat tambahan ini diberikan kepada perusahaan dan tenaga kerja beserta keluarga yang menjadi peserta Jamsostek. Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja peserta dan keluarganya serta meningkatkan kepercayaan perusahaan selaku pemberi kerja.

Di antaranya pemberian pelatihan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K-3) bagi tenaga kerja dan perusahaan serta pemberian peralatan K-3 kepada perusahaan di bidang jasa konstruksi. Hal ini terkait upaya untuk menekan kasus kecelakaan kerja yang kerap dialami tenaga kerja saat bekerja.

Selain itu, manfaat tambahan juga berupa pemberian bantuan uang pemakaman untuk keluarga tenaga kerja peserta aktif Jamsostek yang meninggal dunia. Bagi pekerja peserta sendiri, diberikan bantuan pemeriksaan kesehatan (medical check up), khususnya yang berusia di atas 40 tahun. Juga ada bantuan bagi tenaga kerja dan keluarganya yang membutuhkan tindakan cuci darah (hemodialisa), operasi jantung serta pengobatan kanker dan HIV/AIDS. Fasilitas tambahan ini terkait manfaat dari program JPK dan JK.

Akses

Untuk memperoleh manfaat tambahan tersebut, terdapat persyaratan secara umum dan khusus. Untuk syarat umum, tertib administrasi kepesertaan dan iuran harus dipenuhi. Meliputi data upah/gaji tenaga kerja per bulan, perusahaan tidak menunggak iuran dalam jangka waktu 12 bulan terakhir serta tidak terindikasi masuk kategori perusahaan yang hanya mendaftarkan sebagian tenaga kerja dan upahnya (PDS-TK dan PDS Upah). Upah tenaga kerja yang dilaporkan perusahaan dalam kepesertaan Jamsostek juga tidak lebih rendah dari upah minimum kabupaten/kota.

Sedangkan syarat khusus disesuaikan dengan manfaat tambahan tersebut. Bantuan pelatihan K-3 diutamakan untuk perusahaan yang klaim program JKK-nya yang tergolong tinggi dalam setahun terakhir. Namun tidak termasuk untuk kasus kecelakaan kerja di jalan atau kecelakaan lalu lintas. Bantuan juga diberikan untuk perusahaan yang tidak pernah mengajukan klaim JKK dalam setahun terakhir. Sedangkan pemberian bantuan pelatihan K-3 kepada tenaga kerja diberikan dalam bentuk biaya paket pelatihan serta bekerja sama dengan pihak ketiga.

Sementara itu, pemberian bantuan peralatan K-3 diberikan kepada perusahaan di bidang jasa konstruksi yang secara tertib mendaftarkan tenaga kerja pada proyeknya dalam program Jamsostek. Bantuan diberikan pada saat proyek jasa konstruksi sedang berjalan dengan nilai proyek minimal Rp 200 juta dengan jangka waktu pekerjaan minimal 3 bulan. Setelah perusahaan membayar iuran untuk tahap pertama, maka jumlah dan jenis peralatan K-3 bisa diberikan sesuai kebijakan direksi Jamsostek.

Selanjutnya pemberian bantuan uang pemakaman untuk keluarga tenaga kerja yang meninggal dunia nilainya sebesar Rp 2 juta. Bantuan tidak termasuk untuk tenaga kerja peserta program khusus bidang jasa konstruksi serta tenaga kerja luar hubungan kerja (TK-LHK) atau biasa disebut tenaga kerja mandiri dan informal.

Di sisi lain, bantuan untuk pemeriksaan kesehatan (medical check up), khususnya bagi peserta yang berusia di atas 40 tahun, diberikan setelah menjadi peserta program JPK serta program JKK, JK, dan JHT Jamsostek minimal 1 tahun. Bentuk bantuan berupa pelayanan kesehatan di rumah sakit, laboratorium, dan klinik yang ditunjuk.

Selain itu, bantuan untuk tenaga kerja peserta Jamsostek beserta keluarga untuk tindakan hemodialisa, operasi jantung maupun pengobatan kanker dan HIV/ AIDS diberikan setelah menjadi peserta program JPK serta program JKK, JK, dan JHT Jamsostek minimal 1 tahun. Bentuk bantuan berupa pelayanan kesehatan di rumah sakit/pusat pelayanan kesehatan (PPK) II yang bekerja sama dengan PT Jamsostek (Persero).

Bantuan maksimal senilai Rp 600.000 diberikan untuk tindakan cuci darah (hemodialisa) per satu kali kunjungan yang maksimal 3 kali kunjungan per pekan. Sedangkan untuk operasi jantung diberikan bantuan senilai Rp 80 juta per tahun kalender dan Rp 25 juta untuk pengobatan kanker per tahun kalender. Selanjutnya bantuan pengobatan untuk HIV/AIDS maksimal sebesar Rp 10 juta per tahun kalender.

Jaminan

Hingga hampir 34 tahun beroperasi, PT Jamsostek (Persero) sudah membayar santunan/klaim untuk program JKK, JK, JHT, dan JPK sebesar Rp 45,2 triliun untuk 88,98 juta kasus (pengajuan klaim). Menurut Djoko Sungkono, hal ini memperlihatkan bahwa pelayanan kepada pekerja pesert memang menjadi prioritas utama Jamsostek sejak pertama kali berdiri. Dalam hal ini, Jamsostek berharap peserta dan keluarganya merasakan pelayanan dan manfaat optimal dari program jaminan sosial.

Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan serta manfaat program bisa terus direalisasikan Jamsostek berdasarkan perluasan kepesertaan dan optimalisasi pengelolaan dana peserta. Pada prinsipnya, Jamsostek siap memberikan pelayanan semaksimal dan sebaik mungkin kepada peserta.

"Tentunya dengan harapan bahwa pekerja dan perusahaan mau menjadi peserta Jamsostek bukan sekadar memenuhi peraturan dan perundang-undangan (UU Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Namun karena memang merasakan manfaatnya," tutur Djoko Sungkono. Untuk itu, terus mengembangkan konsep layanan dan manfaat tambahan dari program jaminan sosial yang ada. Inovasi dalam pelayanan serta manfaat program jaminan sosial ini semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan peserta. Apalagi ini juga terkait masukan, saran, serta kebutuhan peserta. Jamsostek sendiri sudah melakukan pengkajian dan perhitungan secara matang untuk mengembangkan sistem pelayanan dan meningkatkan manfaat program jaminan sosial.

Komitmen Jamsostek untuk terus meningkatkan pelayanan dan manfaat program jaminan sosial ini juga dalam rangka mengatasi tantangan kepesertaan ke depan. Hal ini dikarenakan kedua aspek itu menjadi tolok ukur keberhasilan Jamsostek dalam melindungi tenaga kerja di Indonesia. Kualitas pelayanan kepada peserta, antara lain bisa diukur dari proses awal kepesertaan hingga kecepatan proses pengajuan klaim santunan.

Di sisi lain, peningkatan manfaat/santunan dari program-program Jamsostek juga dilakukan, baik secara nominal maupun dengan tambahan fasilitas. Upaya peningkatan manfaat ini tentunya dilakukan dengan mengacu pada perkembangan sosial dan perekonomian nasional. Dalam hal ini, peningkatan manfaat/santunan program jaminan sosial tentunya didasarkan pada kebutuhan peserta yang juga berkembang.***

Sumber: http://www.suarakarya-online.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5365