Dilarang Jadi Guru, Pengidap AIDS Menggugat
Tanggal: Wednesday, 30 November 2011
Topik: Narkoba


JPNN.com, 30 November 2011

BEIJING - Gara-gara positif mengidap AIDS, tiga pria Tiongkok ini tak boleh menjadi guru. Padahal, ketiganya lulus dengan nilai bagus dalam ujian kenegaraan yang dihelat pemerintah. Merasa menjadi korban diskriminasi pemerintahan Presiden Hu Jintao, tiga ODHA dari tiga provinsi berbeda itu pun lantas mengajukan petisi.

Kemarin (29/11), tiga pria yang identitasnya dirahasiakan tersebut membawa kasus mereka ke State Council. Menjelang Hari AIDS Dunia 1 Desember besok, mereka berharap bisa mengetuk hati para pemimpin Tiongkok dan mendapatkan kembali hak-hak sebagai warga negara. Melalui pesan tertulis, mereka memohon Perdana Menteri (PM) Wen Jiabao menerapkan undang-undang anti-diskriminasi.

"Diskriminasi terhadap pasien AIDS pada tes kesehatan sektor publik berada sepenuhnya di bawah wewenang undang-undang," terang Yu Fangqiang, pengacara sekaligus aktivis anti-AIDS dari Tianxia Gong.

Menurut dia, departemen pendidikan dan pengadilan Tiongkok tak mau mendengarkan kasus yang menimpa tiga kliennya. Alasannya, peraturan soal ODHA sudah jelas tertulis dalam undang-undang.

Padahal, imbuh Yu, dalam undang-undang jelas disebutkan bahwa negara mengakui hak-hak ODHA untuk mendapatkan pekerjaan dan perawatan kesehatan. Sayangnya, institusi-institusi Negeri Panda itu masih saja memperlakukan para pengidap AIDS dengan tak adil. Jangankan untuk mendapatkan pekerjaan, dalam kehidupan sehari-hari pun ODHA sering didiskriminasi. (AFP/BBC/hep/ami)

Sumber: http://www.jpnn.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5368