225 Warga Pekanbaru Terjangkit Virus HIV/AIDS
Tanggal: Thursday, 01 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Kota Pekanbaru dalam bahaya virus HIV/AIDS. Sepanjang tahun ini terjadi peningkatan signifikan. Kini sebanyak 225 warga terjankiti virus mematikan tersebut.

Riauterkini, 30 November 2011

PEKANBARU - Meskipun angka untuk kasus HIV/AIDS di Pekanbaru, masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan kota lainya. Namun jika melihat grafik pada setiap tahunya, kasus HIV/AIDS, terus mengalami peningkatan meski tidak signifikan. Jika pada tahun 2010 lalu kasus HIV hanya 75 kasus, tahun ini meningkat cukup dratis yakni 146 kasus. Begitupun untuk AIDS dari 65 kasus, menjadi 79 kasus, dan peningkatan terus terjadi tiap tahunya selama 11 tahun dari 2000-2011 ini.

Untuk menanggulangi pencegahan kasus AIDS dan HIV, Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru, terus melakukan upaya pencegahan. Bersama dengan Komisi Penangulangan AIDS (KPA), ” Meskipun kasus HIV/ AIDS di Pekanbaru tidak tergolong tinggi, namun ada kecenderungan tiap tahuny meningkat. Oleh sebab itu kita terus mengupayakan pencegahan terutama pada usia remaja produktif. Sebab dari keseluruhan kasus hampir 60 persen terjadi pada remaja usia 15-24 tahun, disebabkan pergaulan seks bebas, ” terang Sekretaris KPA Kota Pekanbaru Hasan Suprianto, Rabu (30/11/11).

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Dahril Darwis, mengungkapkan meskipun Pekanbaru. Telah mendapatkan penghargaan sebagai KPA terbaik di Indonesia, atas komitmenya dalam penanggulangan AIDS, dari kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Namun upaya pencegahan AIDS, harus tetap ditingkatkan, ” Pekanbaru ini sudah menjadi kota besar, dengan pendatang dari berbagai daerah. Sudah seharusnya kita tetap mewaspadai hal-hal sekecil apapun yang mengarah kepada penyebaran virus HIV/AIDS, ” jelasnya.

Dijelaskan kasus HIV/AIDS yang terjadi di Kota Pekanbaru, terhitung dari tahun 1987 - November 2011 ini, HIV sebanyak 345 kasus, dan untuk AIDS 405 kasus. Secara umumnya penderita HIV/AIDS sangat rawan terjadi pada umur 15- 49 tahun. “ Sampai saat ini kita belum bisa melakukan pengobatan, yang bisa kita lakukan hanya sebatas sosialisasi, dan pencegahan HIV/AIDS,“ tutur Dahril.***(yunk)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5376