Wanita Terkaya yang Murah Hati
Tanggal: Thursday, 01 December 2011
Topik: Narkoba


Suarabaya Post, 30 November 2011

Nama besar Lilian Bettencourt tak seterkenal L’Oreal, perusahaan kosmetik yang dinaunginya. Padahal, Lilian termasuk wanita terkaya nomer dua di dunia pada tahun 2011 versi Forbes. Di tengah kejayaan kerajaan bisnisnya, dia tetap bersikap murah hati dan mendirikan foundation untuk ikut membantu para penderita HIV/AIDS.

Tuhan memang selalu bersikap adil. Bagaimana tidak? Wanita kelahiran 21 Oktober 1922 ini boleh dikatakan tumbuh dan berkembang tanpa kasih sayang seorang ibu. Sang ibu meninggal dunia saat Liliane masih berusia 5 tahun, usia yang terlalu kecil untuk memahami apa arti sebuah kehilangan.Toh, dengan kondisi itu tak membuat Liliane tumbuh sebagai pribadi yang rapuh. Justru sebaliknya, dia wanita yang cukup tegar. Dan dengar ketegaran itu pula, kelak dia mampu mempertahankan kerajaan bisnis ayahnya.

Begitulah, kehidupan akan terus berjalan terlepas kita menyukainya atau tidak. Demikian juga putri semata wayang Eugene Schueller, pendiri sekaligus pemimpin perusahaan kosmetik dan kecantikan L’Oréal ini. Meski menjadi putri semata wayang dengan status anak yatim, tak membuat Liliane dimanjakan dengan segala kemewahan. Sebaliknya, ayahnya cukup mendidiknya dengan keras.

Liliane sendiri bisa membuktikan bahwa dia bukan pribadi yang hanya bisa menikmati warisan dari orangtuanya. Lebih dari itu, Liliane bahkan sukses mengembangkan perusahaan kosmetik tersebut menjadi perusahaan kelas dunia.

Siapa Liliane Bettencourt ? Dia terlahir dengan nama Liliane Henriette Charlotte Schueller. Anak tunggal dari pasangan Eugene Schueller dan Louis Madeline Berthe Doncieux . Ibunya meninggal dunia, tepatnya pada 27 Oktober 1927. Sejak saat itu, Liliane hanya hidup berdua dengan ayahnya.

Kematian ibunya membekas begitu dalam bagi Liliane. Dia pun menjadi pribadi yang tertutup. Apalagi, sang ayah terlalu ketat mengawasi Liliane. Ayahnya seolah-olah sudah mendesain Liliane agar menjadi penerus kerajaan bisnis kosmetik L’Oreal. Meski menjadi anak semata wayang, Liliane tidak dimanja oleh sang ayah.

Ketika usianya menginjak 15 tahun, dia bergabung dengan perusahaan ayahnya sebagai karyawan magang. Tugasnya, mencampur kosmetik dan memasang label pada botol shampo. Dari pengalaman inilah, dia akhirnya menguasai bidang kosmetik dan siap meneruskan kerajaan kosmetik yang diwariskan oleh ayahnya.

L’Oréal Group merupakan perusahaan kosmetik dan kecantikan terbesar di dunia. Perusahaan ini bermarkas di Clichy, Perancis. Didirikan pada tahun 1909. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam produk kosmetik. Sedikit soal L’Oreal, sejarah perusahaan kosmetik ini dimulai ketika seorang ahli kimia muda bernama Eugene Schueller berhasil membuat formula pewarna rambut yang inovatif, yang ia namakan Aureole.

Schueller lantas mendirikan perusahaan Societe Franncaise de Teentures Inoffensives pour Cheveux pada 1909. Perusahaan itu kemudian berganti nama menjadi L’Oreal.

Liliane bergabung di L’Oreal pada 1937 sebagai karyawan magang. Liliane harus merasakan berbagai jabatan, sebelum akhirnya menjadi pemimpin L’Oreal.

Perusahaan ini mempekerjakan 52.000 pekerja Majalah Forbes adalah sebuah majalah bisnis dan finansial Amerika Serikat yang didirikan pada 1917 oleh B.C. Forbes. Forbes terkenal akan daftar-daftar perusahaan dan orang-orang terkaya di dunia, di antaranya Forbes 500 (perusahaan terkaya di dunia), Forbes 400 (pengusaha terkaya di Amerika Serikat), World’s Richest People (daftar orang-orang terkaya di dunia). Liliane juga pemegang saham utama di perusahaan kosmetik L’Oreal.

Mewarisi L’Oreal

Pada 1950 dia menikah dengan politisi Prancis André Bettencourt. Sekarang dia tinggal di Neuilly-sur-Seine, Prancis. Tak lama setelahnya, pasangan itu dikaruniai seorang putri bernama Francoise Bettencourt Meyers.

Pada 1993, ayah Liliane meninggal. Sebagai anak tunggal, otomatis Liliane langsung mewarisi seluruh harta dan perusahaan ayahnya. Untunglah, dia mewarisi bakat bisnis yang dimiliki oleh ayahnya. Karena itu, ketika tongkat estafet pimpinan perusahaan diserahkan kepadanya, Liliane bisa mempertahankan bahkan semakin membesarkan L’Oreal.

Semua itu tidak lepas dari paham yang dianut oleh keluarganya. Keluarga Schueller masih menganut pola pikir keluarga bangsawan Eropa kuno. Liliane dibesarkan bagai perempuan dalam keluarga kerajaan. Dia harus mempelajari keterampilan negoisasi, kecerdasan politik, dan kecerdasan tata krama. Hal tersebut membantu Liliane mengembangkan bisnis yang didirikan oleh ayahnya.

Saat itu, L’Oreal sudah menjadi salah satu perusahaan kosmetik ternama di dunia.Wanita kaya itu merupakan pemegang saham utama L’Oréal. Sebanyak 27,5 persen dari kepemilikan L’Oréal dipegang oleh Liliane, 26,4% oleh Nestlé, dan 46,1% selebihnya dijual ke publik. Liliane berusaha menambah kepemilikan saham. Hingga akhirnya, dia menguasai 32% saham, Nestle 30%, dan sisanya adalah publik.

Lilian Bettencourt, penerus usaha sang ayah yang memiliki perusahaan kosmetik L’Oreal dengan nilai kekayaan 23,5 miliar dollar Amerika (Rp 211 triliun). Lilian Bettencourt dinobatkan oleh majalah Forbes sebagai wanita terkaya nomer dua di dunia pada tahun 2011. Dia juga sebagai orang terkaya di Perancis setelah Bernard Arnault..

Perempuan berusia 88 tahun ini, ditaksir memiliki kekayaan senilai 23,5 miliar dollar berkat perusahaan kosmetik Loreal yang diwarisinya. Dia dikenal memiliki sifat murah dan individualis yang selalu menjaga kehidupan pribadinya jauh dari sorotan publik hati.

Selama lebih dari lima dekade di bawah kepemimpinan Liliane, L’Oreal terus memperbesar pangsa pasarnya. L’Oreal juga berkembang dan menembus pasar global. Saat ini, produk L’Oreal tersebar di 130 negara, dengan total karyawan 63.000 orang. Padahal, awalnya L’Oreal hanya tersebar di 17 negara.

Saat ini, L’Oreal memiliki lima pusat penelitian dan pengembangan produk, dua di Prancis, serta satu di AS, Jepang, dan Cina. Kelima pusat penelitian itu didirikan untuk menciptakan inovasi terbaru dan produk yang berkualitas unggul.

Pemurah

Wanita kaya ini mempunyai sebuah yayasan yang disebut Bettencourt Schueller Foundation. Dia dikenal sebagai individualis yang selalu menjaga kehidupan pribadinya jauh dari sorotan publik. Meski demikian, dia memiliki sifat murah hati. Yayasan tersebut dibangun Liliane untuk mengenang almarhum sang ayah.

Misinya antara lain membantu dukungan awal dan mengembangkan proyek-proyek di bidang medis, kebudayaan, dan kemanusiaan. Bettencourt Schueller Foundation mencurahkan sekitar 60 persen dari anggarannya untuk mendukung penelitian medis, terutama untuk mengobati HIV dan AIDS. Selain itu, yayasan ini juga memberikan penghargaan di arena medis. Liliane Bettencourt Life Sciences Award diberikan kepada peneliti Eropa berusia minimal 45 tahun, yang terkenal di bidangnya dan menunjukkan hal menjanjikan dan penting dalam proyek penelitiannya.

Di bidang kebudayaan, yayasan itu mendukung para artis berbakat atau pengrajin dalam upaya membuat karya mereka dikenal dan diakui. Sebagai bentuk kecintaannya terhadap musik paduan suara, yasangan ini juga memberikan penghargaan tahunan untuk paduan suara. Sebuah penghargaan juga diberikan kepada pengrajin manual yang terampil, sebagai pengakuan atas karyanya. Sebagai bentuk dukungannya terhadap kemanusiaan, Liliane mengembangkan berbagai program untuk membantu anak-anak termasuk orang tua mereka, dalam belajar membaca dan upaya lainnya untuk mendorong kehidupan produktif. ins, berbagai sumber

Sumber: http://www.surabayapost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5384