Penyebaran HIV/AIDS, Kabupaten Belu Berada di Zona Merah
Tanggal: Thursday, 01 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Media Indonesia, 01 Desember 2011

BELU: Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste masuk dalam 'jalur merah' penyebaran HIV/AIDS tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Virus mematikan itu menyebar hampir di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Belu, sehingga daerah ini masuk dalam daftar 'jalur merah' penyebaran HIV/AIDS," kata Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Belu Lodovikus Taolin, ketika dihubungi dari Kupang, Kamis (1/12).

Taolin yang juga Wakil Bupati Belu itu mengatakan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Belu sudah berada pada tingkatan yang sangat mengkhawatirkan, karena hampir semua kecamatan ditemukan penyakit yang mematikan itu.

Berdasarkan data yang dikumpulkan KPAD Belu, kata dia, penduduk yang berusia antara 20-49 tahun sudah terserang virus HIV dan AIDS dengan jumlah penderita seluruhnya mencapai 572 orang.

Ia merincikan antara usia 20-29 tahun tercatat 225 penderita, usia 30-39 tahun tercatat 146 orang, dan untuk usia 40-49 tahun sebanyak 101 orang. Sedangkan, pengidap HIV dan AIDS menurut kategori pekerjaan, kata Taolin, justru lebih banyak dialami ibu rumah tangga dengan jumlah penderita 261 orang, wiraswasta 62 orang, pekerja seks komersial (PSK) 68 orang, tukang ojek 45 orang, dan sopir 36 orang.

Ia mengatakan sejak Kabupaten Belu dinyatakan masuk dalam 'jalur merah' penyebaran HIV/AIDS tertinggi di NTT, pemerintah setempat bersama tokoh agama dan masyarakat serta seluruh elemen lainnya gencar melakukan kampanye kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap penyakit HIV dan AIDS. (Ant/OL-10)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5406