WHO: 2015 Tidak Ada Anak Lahir dengan HIV
Tanggal: Friday, 02 December 2011
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 01 Desember 2011

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau kepada negara-negara di Asia Tenggara untuk fokus menurunan risiko infeksi HIV/AIDS, terutama di kalangan anak-anak. Pada tahun 2015, diharapkan tidak ada lagi anak lahir terinfeksi virus.

"Kita harus belajar dari pengalaman dan bekerja untuk memastikan bahwa tidak ada anak yang lahir terinfeksi HIV," kata Samlee Plianbangchang, Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara pada Hari AIDS se-Dunia, 1 Desember 2011.

Upaya tersebut akan dilakukan dengan terus menegmbangkan cara pengobatan yang inovatif, peningkatan pelayanan kesehatan, serta komitmen politik. Selain mencegah anak lahir terinfeksi HIV, diharapkan orang dengan HIV-positif yang sedang dalam pengobatan bisa hidup lebih lama dan lebih baik.

WHO mencatat antara 2001-2010, jumlah orang baru yang terinfeksi HIV di Asia Tenggara menurun tajam sebesar 34 persen terutama di beberapa negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, dan Nepal.

Plianbangchang mengatakan, dengan semakin diperluasnya fasilitas penyediaan layanan pengujian dan konseling terkait HIV, setidaknya ada sekitar 16 juta orang yang sudah menjalani tes untuk HIV di seluruh wilayah.

Bahkan, jumlah orang dengan HIV/AIDS yang telah menerima perawatan anti-retroviral (ART) juga meningkat 10 kali lipat. Hal ini menunjukkan bahwa sudah lebih banyak orang mendapatkan akses untuk mengobati penyakitnya.

Hasil laporan WHO tentang HIV/AIDS di Asia Tenggara pada tahun 2011 menunjukkan, ada sekitar 3,5 juta orang yang diperkirakan hidup dengan HIV/AIDS pada tahun 2010, termasuk diantaranya 140.000 anak-anak. Sementara perempuan menyumbang 37 persen dari populasi ini.

Meski di beberapa negara seperti India, Myanmar, Nepal, dan Thailand sudah menunjukkan tren menurun, tetapi epidemi terus meningkat di Indonesia.

"Sebagian besar orang yang hidup dengan HIV tidak menyadari status HIV mereka. Satu dari lima ibu hamil kurang mempunyai akses untuk tes HIV dan konseling. Sementara dua dari tiga ibu hamil dengan HIV tidak menerima profilaksis anti-virus,"katanya.

"Hanya ada sepertiga dari semua orang dengan infeksi HIV lanjut yang menerima perawatan anti-retroviral sesuai kriteria WHO terbaru," tutupnya.

Sumber: http://regional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5441