4977 Kasus HIV AIDS Sejak Tahun 2000 se Kepri
Tanggal: Friday, 02 December 2011
Topik: HIV/AIDS


TRIBUN, 01 Desember 2011

TANJUNGPINANG - Adu argumen sempat terjadi antara anggota DPRD Kota Tanjungpinang, dengan mahasiswa, Kamis (1/12). Mahasiswa menanyakan mengapa selama ini tak ada anggaran yang disediakan untuk Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Tanjungpinang.

“Selama ini KPA Kota Tanjungpinang mendapat dana bantuan dari Global Fund. Tapi nanti mulai 2014 tidak ada lagi,” ujar seorang mahasiswa pada tujuh anggota dewan yang hadir pada demo hearing di Kantor DPRD Kota Tanjungpinang.

Mahasiswa menilai dewan tak serius menangani masalah AIDS khususnya di Kota Tanjungpinang. Hal tersebut langsung ditampik oleh para anggota dewan. Pasalnya tidak adanya anggaran KPA Kota Tanjungpinang di APBD, karena memang selama ini tidak ada usulan dari eksekutuf.

“KPA ini katanya tak jalan, tak responsive karena tak ada anggaran. Tapi memang selama ini tidak ada ajuan untuk KPA. Jadi kami tak bisa mengesahkan kalau tak ada usulan. Jika ada usulan, dewan akan berusaha mengawal agar disahkan,” ujar Huznizar.

Namun pernyataan tersebut tak diterima oleh mahasiswa, hingga sempat terjadi adu argumentasi. Mahasiswa tak mau menerima penjelasan dewan tersebut. Mahasiswa juga tak mau mendengar paparan teknis oleh Dinas Kesehatan.

Akhirnya, RME Mansyur Razak menenangkan mahasiswa dengan berjanji akan mengadakan hearing dengan KPA Kota Tanjungpinang. Sebenarnya aksi demo hearing mahasiswa tersebut bisa dibilang salah alamat.

Pasalnya, surat pemberitahuan audiensi tersebut berkop surat KPA Provinsi Kepri, yang ditandatangani Sekretaris KPA Kepri, Benny Kusumajadi. Secara hirarki, seharusnya KPA Kepri melakukan audiensi dengan DPRD Kepri pula.

Tak hanya itu, dewan juga kaget karena peserta audiensi yang dating tak sesuai dengan surat tersebut. Jika pada surat dinyatakan KPA Provinsi Kepri akan melakukan audiensi, namun kenyataannya tak satupun anggota KPA yang hadir. Sekitar 50 orang yang dating kesemuanya hanya mahasiswa.

Audiensi tersebut disebut sebagai tindakan untuk memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS). Dalam proposal HAS 2011 yang dilampirkan di dalam surat tersebut, disebutkan sejak tahun 2000 hingga 2010 terdapat 2894 kasus HIV dan 1657 AIDS di seluruh Kepri.

Sebanyak 494 diantaranya meninggal dunia. Untuk 2011 ini saja tedapat 304 kasus HIV dan 122 AIDS. Tercatat yang meninggal dunia sebanyak 39 orang.(opi)

Sumber: http://batam.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5444