Lima Tahun Gunakan Narkoba Jarum Suntik
Tanggal: Friday, 02 December 2011
Topik: Narkoba


TRIBUNJOGJA.COM, 02 Desember 2011

PURWOKERTO - Doni (bukan nama sebenarnya) sepintas terlihat sehat. Mengenakan kaus hitam, pria berkepala plonthos ini justru terkesan macho. Badannya tegap, nada bicara bapak beranak satu ini juga masih jelas.

Kesehatan fisiknya tak jauh berbeda dengan teman sebelahnya, Rahman Arif Gunawan, dari LPPSLH Purwokerto. Namun siapa sangka, dibalik fisiknya yang tegap itu tersembunyi penyakit yang mematikan. Ya, Doni merupakan penderita HIV/AIDS atau dikenal dengan istilah ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).

Penyakit mematikan itu ia dapatkan karena kebiasaannya yang gemar memakai narkoba melalui jarum suntik. Kurang lebih lima tahun dirinya kerap berganti-ganti jarum tak steril dengan sesama pengguna.

"Saya gunakan narkoba sejak SMP kelas 3," kata Doni yang lama tinggal di Jakarta. Kebiasaannya itu rupanya terus berlanjut hingga dewasa sebagai pengguna narkoba.

Dirinya baru mengetahui terjangkit virus HIV pada 2007. Atas saran seorang kawan ia yang kemudian menetap di Purwokerto datang ke Klinik VCT Rumah Sakit Margono Soekarjo, Purwokerto. Ia kaget karena begitu melihat hasil test hasilnya positif.

"Sampai saat ini saya terus mengonsumsi obat ARV dan pengobatan ruwatan metadon. Itu saya lakukan tiap hari," kata Doni yang mengaku memiliki istri dan seorang anak yang negatif HIV/AIDS.

Hidup dengan status ODHA menurutnya sangat menyiksa. Selain harus berjuang dari virus yang menggerogoti kekebalan tubuhnya setiap hari, dia juga mendapat perlakuan tidak mengenakan dari lingkungan sosialnya.

"Saya dipecat dari pekerjaan, dijauhi kawan-kawan. Stigma dan diskriminasi ini rasanya ikut membunuh saya pelan-pelan," kata pria yang sorot matanya sayu ini.

Pada peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember kemarin ia berharap agar masyarakat tak memperlakukan ODHA secara diskriminatif. (*)

Sumber: http://jogja.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5460