PENDERITA HIV/AIDS Pengobatan Diberikan Lebih Awal
Tanggal: Friday, 02 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Suara Karya, 02 Desember 2011

JAKARTA: Pengobatan anti retroviral (ARV) untuk penderita HIV/AIDS kini diberikan lebih awal, ketika angka CD4 masih sebesar 350. Upaya itu dilakukan guna meminimalisasi penyakit oportunistik yang biasa menyertai penderita HIV/AIDS.

"Nilai CD4 ini menunjukkan daya tahan tubuh seseorang yang diindikasikan oleh sel T dalam darah. Jika nilai CD4 angkanya semakin kecil, maka orang tersebut berisiko tinggi terkena infeksi oportunistik," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Prof Tjandra Yoga Aditama, disela peluncuran hasil "Survei Terpadu Biologis dan Perilaku 2011" di Jakarta, Kamis (1/12).

Dijelaskan, dalam buku pedoman penanggulangan pasien terdahulu, seseorang yang terinfeksi HIV/AIDS baru akan diberikan obat ARV, jika nilai CD4 nya mencapai angka 200. Namun, dalam buku pedoman yang baru, orang yang terinfeksi HIV sudah bisa diberikan ARV, kendati angka CD4 mencapai 350. "Sekarang kita pakai patokan dengan angka CD4 sebesar 350. Semakin cepat diobati, diharapkan semakin kecil terkena penyakit oportunistik," ujarnya.

Prof Tjandra mengakui, kebijakan baru tersebut memerlukan dampak logistik yang lebih besar. Namun, sejauh ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pengadaan obat ARV kepada semua penderita AIDS yang memerlukan obat tersebut.

"Ada 303 layanan aktif melakukan pengobatan ARV di seluruh Indonesia. Seluruh obat ARV diberikan secara cuma-cuma kepada semua pasien yang memerlukannya," kata Prof Tjandra.

Data terbaru menunjukkan, angka kematian akibat AIDS (Acquired immune deficiency syndrome) tahun 2011 menurun dibanding tahun sebelumnya. Namun yang memprihatinkan adalah, kasus terbanyak masih ditemukan di kelompok orang muda usia 20-40 tahun.

Hingga bulan September saja, kasus AIDS yang ditemukan sepanjang 2011 paling banyak di kelompok usia 30-39 tahun yaitu sebanyak 33,2 persen. Kelompok umur yang menempati urutan berikutnya adalah 20-29 tahun sebanyak 30,9 persen, serta kelompok umur 40-49 tahun sebanyak 12,9 persen.

Kendati demikian, Kemenkes mencatat adanya penurunan angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR) akibat AIDS pada tahun ini. Jika pada tahun lalu Kemenkes masih mencatat CFR sebesar 3,7 persen, tahun 2011 sudah bisa ditekan menjadi 1,0 persen.

Sementara itu jumlah pengidap HIV secara kumulatif sejak tahun 1987 hingga September 2011 tercatat sebanyak 71.437 kasus. Kasus baru yang terdiagnosis sepanjang tahun 2011 hanya 15.589, lebih rendah dibanding tahun 2010 sebanyak 21.591 kasus. (Tri Wahyuni)

Sumber: http://www.suarakarya-online.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5463