Terserang HIV, 46 Warga Tabanan Tewas
Tanggal: Saturday, 03 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Bali Post, 02 Desember 2011

Tabanan - Penyebaran HIV/AIDS di Tabanan sudah memakan korban jiwa 46 orang. Korban tewas ini tercatat sejak 2009-2011. Jumlah ini menempatkan Tabanan di peringkat ke empat di Bali, setelah Denpasar, Buleleng dan Badung.

Data dari Dinas Kesehatan Tabanan, jumlah warga yang terjangkit HIV/AIDS sudah menembus 259 orang. Rinciannya, tahun 2009 tercatat 46 orang, 2010 meningkat menjadi 80 orang dan hingga November 2011 jumlah penderita meroket hingga 133 orang. ''Setiap tahun penderita HIV/AIDS meningkat,'' kata Kabid Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Nyoman Suratmika, Kamis (1/12).

Pejabat ini menjelaskan, data yang tercatat adalah kasus yang ditemukan oleh petugas. Diduga, kasus di lapangan bisa mencapai lima kali lipat atau sekitar 1.000 lebih. Dari data yang ada, Kecamatan Tabanan menempati posisi tertinggi dengan 62 kasus, 10 di antaranya sudah meninggal. Lalu, Kedidi dengan 41 kasus dengan korban jiwa 5 orang dan Kerambitan 31 kasus dengan 5 orang meninggal. Dari 10 kecamatan, di Penebel yang paling mengerikan. Sebab, dari 26 kasus, 14 di antaranya meninggal.

Para penderita kebanyakan berusia 20-40 tahun dengan masa inkubasi 5-10 tahun. Sehingga, mereka yang terjangkit diprediksi sejak masa sekolah. Penularannya, rata-rata bersumber dari para pekerja seks komersial (PSK), lalu menyebar dengan cepat. Dari sekian penderita, 68 persennya kaum pria, sisanya para wanita. Meski membahayakan, menurut Suratmika, penderita berat HIV/AIDS bisa diberikan Anti Retro Virus (ARV) gratis di Unit Pelangi BRSUD Tabanan. ''Kami juga gencar melakukan sosialisasi dan penyuluhan,'' tegasnya. (udi)

Sumber: http://www.balipost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5471