Hari Libur Sekolah Kondom Laku Keras
Tanggal: Saturday, 03 December 2011
Topik: Narkoba


JPNN.com, 02 Desember 2011

CIAMIS--Menjelang libur sekolah, remaja seusia SMP dan SMA terindikasi sebagai pelanggan kondom. Seperti di Apotek Rahayu Jalan Amperan No 31 Kabupetan Ciamis, jumlah remaja seusia anak sekolah saling bergantian sekadar membeli kondom.

Yuni (23) karyawati apotek menyatakan, hari Sabtu dan Minggu penjualan kondom meningkat dari hari-hari biasanya. “Hari-hari biasa paling tiga pembeli yang dus kecil. Kalau hari libur, penjualan meningkat bisa sampai lima pak besar habis,” jelas Yuni. Satu pak besar, kata dia, berisi empat dus kecil yang masing-masing dus berisi tiga sachet kondom.

Berkaca dari tahun sebelumnya, sambung Yuni, menjelang akhir tahun, penjualan kondom bakal lebih laku. Rata-rata pembelinya masih anak remaja. Namun dia tidak bisa memastikan apakah mereka warga Kabupaten Ciamis atau warga luar daerah yang kebetulan singgah di Ciamis. “Pembelinya malu-malu, kadang pakai helm,” tuturnya.

Mengamati para pembeli kondom, menurut dia, tingkahnya aneh-aneh. Ada yang terang-terangan ada juga yang malu-malu. Yang unik, pembeli tampak tergesa-gesa. “Melihatnya (pembeli kondom, red) ingin ketawa,” selorohnya.

Perihal lakunya penjualan kondom menjelang liburan, juga diakui Anton (27) pemilik Apotek Rahayu. Meski dirinya tidak bisa membeber secara rinci, berapa jumlah pembeli atau barang jenis kondom yang terjual.

Hanya saja, kata Anton, hari libur baik itu Minggu atau libur panjang seperti tahun baru, jumlah pembeli selalu ada peningkatan. Saat hari libur, mulai pagi hingga sore pembeli kondom secara kontinyu. Konsumen ada yang membeli paket Rp 2.700 sampai harga Rp 10 ribu per pak.

Ditanya apakah ada kekhawatiran pemakai salah satu alat kontrasepsi itu disalahgunakan kaum remaja, Anton pun mengakuinya. Dia berharap, kondom tidak disalahgunakan kaum remaja (belum menikah) sekadar untuk memuaskan syahwat.

“Sekalipun tahu pembelinya pelajar, kita tidak punya kewenangan apa-apa. Yang beli, tentunya harus kita layani,” terang dia.

Di lain sisi, sebut dia, pemakian kondom menjadi salah satu alternatif guna mencegah penularan HIV/AIDS seperti yang anjurkan pemerintah. “Pemerintah bagus menyarankan agar menghindari penyakit AIDS. Tapi sayangnya masih ada yang disalahgunakan,” pungkasnya. (isr)

Sumber: http://www.jpnn.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5474