Penderita AIDS alami diskriminasi
Tanggal: Saturday, 03 December 2011
Topik: Narkoba


Waspada Online, 02 Desember 2011

MEDAN - Walikota Medan Rahudman Harahap mengatakan, para penderita HIV/AIDS masih cenderung mengalami diskriminasi bahkan dikucilkan dalam pergaulan di tengah-tengah masyarakat.

“Kerap kali didapati adanya perlakuan diskriminasi,bahkan dikucilkan dalam pergaulan sehari-hari, dan tidak mendapatkan kesempatan untuk bekerja,” katanya pada Peringatan Hari AIDS Se-dunia di Medan, Kamis.

Dijelaskan dia, diskriminasi terkadang juga dilakukan pengusaha,organisasi profesi dan lembaga-lembaga masyarakat lainnya sehingga membuat para penderita AIDS atau mereka yang tertular virus HIV menjadi bersikap tertutup. Adanya stigma negatif tentang mereka yang tertular virus HIV membuat para penderita berupaya menyembunyikan penyakitnya.

“Untuk itu, mari kita katakan “ stop HIV/ AIDS, hapuskan stigma dan diskriminsi di dunia kerja,” kata Rahudman.

Menurut dia, AIDS adalah masalah global yang melahirkan ketakutan di tengah masyarakat terutama kelompok yang rentan dan potensial, baik langsung maupun tidak langsung,dapat terjangkit penyakit menular yang belum ada obatnya ini.

Saat ini lanjutnya ,dunia termasuk Indonesia, tidak terkecuali kota Medan dan daerah lainnya, disadari atau tidak, sedang dihadapkan kepada penularan HIV/AIDS karena penderitanya cendrung meningkat dari hari kehari, termasuk di dalamnya kaum pekerja dan dunia usaha.

Menurut dia, Kota Medan memiliki potensi sebagai salah satu kawasan yang dapat mempercepat penyebaran HIV/AIDS. Virus ini menular bukan saja pada kelompok masyarakat yang memiliki perilaku menyimpang, tetapi juga bisa pada bayi, remaja, perempuan dan laki-laki yang taat pada agama, bahkan pada petugas kesehatan. Pendeknya semua kelompok masyarakat memiliki kemungkinan tertular virus HIV/AIDS.

Berdasarkan data, per September 2011 menunjukkan bahwa angka kumulatif HIV kota Medan telah mencapai 2.755 orang, dan angka ini cendrung mengalami kenaikan setiap bulannya. Lebih menghawatirkan lagi, kasus HIV/AIDS di kota Medan cendrung didominasi oleh kelompok usia 20 – 29 tahun, yang artinya kelompok ini terinfeksi virus HIV pada masa produktif.

Dia berharap, berbagai rangkaian kegiatan peringatan Hari AIDS se-dunia yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat terutama dalam rangka pencegahan dan penanggulangan secara terpadu HIV/AIDS.

Dia juga menyampaikan perlunya upaya peningkatan perilaku pola hidup sehat dan religius. Disamping itu penting pula meningkatkan ketahanan keluarga, edukasi dini kepada kelompok-kelompok masyarakat, selain upaya pencegahan penularan, perawatan,dukungan dan pengobatan orang dengan HIV/AIDS.

“Martabat orang dengan HIV /AIDS serta keluarganya juga perlu dilindungi dan kesemuanya ini merupakan bagian menyeluruh dari kampanye pencegahan dan penanggulangan yang harus kita lakukan,” katanya.

Sebelumnya Asisten Kemasyarakatan, Musaddat Nasution mengatakan maksud dan tujuan peringatan Hari AIDS se dunia , untuk meningkatkan pemahaman, komitmen dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat agar mampu berbuat sesuatu dalam menyelamatkan generasi bangsa dari penyebaran virus HIV/AIDS.

“Peringatan tahun ini lebih difokluskan pada pekerja dan dunia usaha, mengingat sebagian besar pengidap HIV/AIDS ada pada usia produktif,” katanya.

Sumber: http://www.waspada.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5477