Amerika Ujung Tombak Perangi AIDS
Tanggal: Monday, 05 December 2011
Topik: Narkoba


INILAH.COM, 03 Desember 2011

Washington – Saat memperingati Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember, Amerika Serikat (AS) mengungkapkan komitmen menjadikan negara adidaya ini lagi-lagi sebagai ujung tombak dunia.

Presiden Barack Obama menyampaikan di Washington, Amerika akan meningkatkan upaya memerangi AIDS dengan target baru. Yakni memenuhi perawatan untuk enam juta penderita AIDS di dunia per 2013, dengan menyuntikkan dana sebesar US$50 juta.

Jumlah ini naik dari target sebelumnya yang hanya empat juta orang. Dalam event yang dipenuhi selebritas pada Kamis (1/12) itu, Obama juga mengajak negara lain meningkatkan komitmen mereka memerangi AIDS. Ia bahkan mengajak rivalnya, China.

“Kita bisa mengalahkan penyakit ini. Kita bisa menang. Kita hanya harus terus melakukannya hingga jumlahnya menjadi nol,” ujar Obama dalam forum tersebut. Ia juga memuji upaya pendahulunya, mantan Presiden George W Bush, dalam mengatasi HIV/AIDS.

Strategi memberantas AIDS, menurut Obama, harus terus diperbarui seiring berkembangnya jaman. Sehingga, dunia bisa menyelamatkan lebih banyak orang. “Kita harus mendengarkan komunitas sains yang fokus pada pencegahannya,” lanjut Presiden AS ke-44 itu.

Bush yang menjadikan perang melawan HIV/AIDS sebagai isu utama kepresidenannya, juga ikut angkat suara dalam acara yang disponsori kampanye ONE ini. Organisasi yang didirikan rocker U2, Bono, ini bertujuan memerangi kemiskinan dan penyakit yang bisa dicegah.

“Kita negara yang diberkati. Saya yakin, kami masih membutuhkan dukungan dari Anda semua demi keberlangsungan program yang bisa menyelamatkan banyak hidup,” ujar Bush, dalam siaran satelit dari Tanzania.

Isu AIDS sendiri tampaknya menjadi sebuah pemersatu di kalangan politik Amerika, hal yang amat jarang terlihat. Amat kontras melihat Partai Demokrat dan Partai Republik AS kompak, mengingat akhir-akhir ini mereka berbeda pendapat soal kebijakan pajak dan potongan anggaran negara.

“Kedua partai bersatu untuk mendanai perang ini. Tentu, ini sebuah bukti nilai-nilai yang kita anut sebagai warga Amerika. Sebuah komitmen lintas partai yang telah ditunjukkan Presiden Bush dan akan saya lakukan bersama anda,” lanjut Obama.

Kelompok advokasi menyambut baik target dari Amerika sebagai donor AIDS global terbesar ini. Sebagaimana diketahui, AS juga bukan dalam kondisi surplus dan sedang alami kesulitan ekonomi. Tahun lalu, pendanaan program AIDS sempat turun ke US$15 miliar.

Jumlah itu di bawah permintaan badan-badan PBB yang menyatakan dunia membutuhkan US$22-24 miliar per 2015 untuk memerangi AIDS. “Semoga ini pertanda donor-donor tak lagi memalingkan wajahnya,” ujar Dr Tido von Schoen-Angerer dari Medecins Sans Frontieres.

Infeksi baru AIDS per 2010 turun ke 2,7 juta dari 3,1 juta orang per 2001. Sementara total penderita yang mendapatkan akses obat penting guna menyelamatkan nyawa, naik ke 6,65 juta per 2010 dari 400 ribu orang per 2003.

Namun, angka itu masih kecil mengingat per 2010, jumlah orang yang memiliki HIV dalam tubuh mereka mencapai 34 juta jiwa. Hasil studi menunjukkan, penekanan virus melalui perawatan agar tidak tertular ke pasangan pasien telah mencapai 96%.

Obama yang bertujuan mencapai generasi bebas AIDS menyatakan, AS akan mengupayakan obat antiretroviral untuk 1,5 juta wanita hamil yang positif HIV per 2013. Untuk itu, ia mengucurkan US$50 juta untuk perawatan di AS yang 1,2 juta penduduknya mengidap AIDS. [mdr]

Sumber: http://www.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5489