Linda Prihatin Ada Sekolah Tolak Keluarga ODHA
Tanggal: Monday, 05 December 2011
Topik: Narkoba


KOMPAS.com, 03 Desember 2011

JAKARTA — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amaliasari Gumelar mengungkapkan keprihatinannya mengenai keputusan sekolah yang menolak anak dari pengidap HIV positif. Hal ini, dinilainya, merupakan tindakan yang mendiskriminasi anak untuk mengenyam pendidikan.

Pernyataan Linda ini terkait kasus yang menimpa Fajar Jasmin, pengidap HIV positif, yang penerimaan anaknya, Im, sebagai siswi baru di SD Don Bosco I, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dibatalkan pihak sekolah. Pembatalan itu dilakukan sekolah dan Yayasan Don Bosco setelah Fajar secara terbuka mengungkapkan bahwa ia pengidap HIV. Saya menyayangkan masih ada pihak sekolah yang mendiskriminasikan anak. Padahal, orangtua yang positif, tetapi kenapa anak yang menjadi korban sehingga tidak bisa bersekolah di situ

"Saya menyayangkan masih ada pihak sekolah yang mendiskriminasikan anak. Padahal, orangtua yang positif, tetapi kenapa anak yang menjadi korban sehingga tidak bisa bersekolah di situ," kata Linda, seusai menghadiri peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca) 2011 di Jakarta, Sabtu (3/12/2011).

Menurut Linda, seharusnya tidak ada sekolah yang bersikap diskriminasi terhadap anak, khususnya hak untuk mengenyam pendidikan. Dengan kasus ini, Linda menambahkan, sosialisasi tentang kesehatan reproduksi yang juga erat kaitannya dengan HIV/AIDS harus lebih ditingkatkan lagi agar masyarakat lebih memahami bahwa HIV/AIDS itu tidak gampang menular.

HIV/AIDS hanya dapat menular lewat darah, misalnya, pemakaian narkoba yang menggunakan jarum suntik bergantian, transfusi darah dari orang yang terinfeksi HIV/AIDS, hubungan seksual, ibu hamil penderita HIV AIDS yang menularkan kepada bayinya, dan air susu dari ibu yang terinfeksi HIV AIDS.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terjadi penurunan jumlah penderita baru HIV/AIDS dalam 10 tahun terakhir atau dari 2001-2010 yang cukup tajam, yaitu sekitar 34 persen, di Asia Tenggara. Sementara jumlah pengidap HIV/AIDS yang menerima perawatan antiretroviral meningkat 10 kali lipat.

Laporan perkembangan WHO tentang HIV/AIDS di Asia Tenggara 2011 menunjukkan, diperkirakan ada 3,5 juta orang menderita HIV/AIDS pada 2010, sekitar 140.000 di antaranya anak-anak.

Sumber: http://edukasi.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5500