Vaksin Antivirus HIV Akan Dibuat
Tanggal: Monday, 05 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Galamedia, 03 Desember 2011

PASTEUR - PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), akan membuat vaksin antivirus HIV (human immunodeficiency virus). Seed atau bibit vaksin ini akan diambil dan dicari dari dalam negeri.

"Layaknya vaksin, tentu tujuannya adalah untuk memberikan kekebalan pada tubuh manusia, sehingga terhindar dari serangan virus HIV," ujar Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Bio Farma, Elvyn Fajrul Jaya Saputra, kepada wartawan di PT Bio Farma, Jln. Pasteur, Jumat (2/12).

Pembuatan vaksin untuk HIV, katanya, dilatarbelakangi kasus HIV/AIDS yang kini telah menjadi epidemik di beberapa wilayah di Indonesia. Karenanya kondisi itu kemudian menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar bagi Bio Farma.

Apalagi, salah satu komitmen perusahaannya yakni ikut terlibat dalam pengendalian HIV/AIDS, yang termasuk dalam penyakit dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Ini juga merupakan salah satu target dalam pencapaian Millenium Development Goals (MDGs).

"Kinerja vaksin HIV ini sama saja dengan imunisasi, yakni memberikan bantuan kekebalan tubuh. Sebab itu ketika virus HIV masuk, maka dengan otomatis tubuh akan menolak serangan virus tersebut," ujarnya.

Secara teknis, kerja sama dengan UI sudah mulai dilakukan sejak November 2011. Tim UI menjadi peneliti utama dengan kerja sama bersama Bio Farma. "Apalagi kita juga sudah membuat komitmen, bahwa untuk mendorong terciptanya suatu riset vaksin yang kuat harus melalui sinergi yang berkelanjutan bersama akademisi, dunia usaha, dan pemerintah. Karenanya kita gandeng UI," ungkapnya.

Pembuatan vaksin itu melalui berbagai tahapan. Berdasarkan pengalaman pembuatan vaksin lainnya yang dilakukan Bio Farma, diduga akan memakan waktu 10-12 tahun lamanya. Untuk membuat satu vaksin memang tidak bisa secara instan, memerlukan waktu untuk pengujian dan lainnya.

"Saat ini kita masih mencari seed-nya terlebih dulu. Sebanyak mungkin seed itu dikumpulkan dan bahannya benar-benar dicari di seluruh Indonesia. Mana yang kemudian dipilih dan memiliki potensi dan cocok untuk dijadikan vaksin HIV ini," ucapnya.

Untuk kepentingan penelitian/riset pembuatan vaksin HIV, menurutnya, sudah disiapkan dana sebesar Rp 2,5 miliar. Dana itu untuk satu tahun berjalan proses kerja sama dan penelitian vaksin, yang telah dimulai November hingga 2012. Mengingat waktu pembuatan vaksin bisa mencapai 10-12 tahun, maka dana secara total tidak bisa diprediksikan. (B.107)**

Sumber: http://www.klik-galamedia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5503