Pengindap HIV/AIDS Dumai Didominasi Remaja
Tanggal: Monday, 05 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Masyarakat Dumai harus lebih memperhatikan remajanya dari bahaya penyebaran virus HIV/AIDS. Faktanya, saat ini kelompok ini paling dominan mengindap penyakit mematikan tersebut.

Riauterkini, 04 Desember 2011

DUMAI - Kasus pengidap human immunodeficiency virus (HIV) dan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome (Aids) di Kota Dumai selama tahun 1999 hingga 2011 didominasi dari kalangan remaja dewasa. Sedangkan mengenai jumlahnya, Kota Dumai, merupakan yang terbanyak dari ketiga di antara 11 kabupaten maupun kota di Provinsi Riau. Demikian data yang berhasil dirangkum dari Dinas Kesehatan Dumai, dan disampaikan oleh Wakil Walikota Dumai, H Agus Widayat kepada riauterkini.com, Ahad (4/12/11).

"Melihat kondisi ini jelas sangat mengkhawatirkan kita, namun untuk mengantisipasikannya pemerintah sudah mendirikan klinik 'Voluntary Counselling Test' (VCT) yang diharapkan dapat memantau pengidap penyakit ini dan menggencarkan upaya pensosialisasikan bahaya HIV/AIDS tersebut,” katanya.

Sedangkan untuk menekan laju penyebaran kasus human immunodeficiency virus (HIV) dan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome (Aids) di kota Dumai, pemerintah setempat mengidentifikasi pasien di klinik VCT. Sedangkan keberadaan klinik ini di bangun Pemko Dumai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai dan Pukesmas Dumai Timur. Lanjut mantan Kadiskes Dumai ini, mengenai penyebab meningkatnya kasus virus mematikan ini, karena rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk periksa kesehatan diri di rumah sakit dan ditambah Dumai merukapan kawasan pintu masuk dari wisatawan asing, karena lokasinya memiliki pelabuhan internasional.

“Jadi tidak menutup kemungkinan keberadaan virus mematikan ini sudah menyebar di masyarakat Dumai, dan ditambah juga malasnya warga dipicu karena khawatir akan mengetahui mengidap penyakit menular ini. Sedangkan yang paling banyak mengidap atau rentan tertular terhadap virus mematikan ini berkisar antara usia 20 tahun sampai 30 tahun. Cara penularan, lanjutnya, selain melalui prilaku seks bebas secara berganti-ganti, juga menggunakan media pisau cukur,” jelas orang nomor dua di Kota Dumai.

Dikatakan, faktor penularan virus ini juga akibat mulai melunturnya adat ketimuran dan moral yang menurun di tengah masyarakat. Bahkan saat ini Dumai sudah banyak menjamurnya tempat prostitusi, tentunya ini juga menjadi bagian penyebab menularnya penyakit ini. Ditambahkan Agus, sementara kelompok usia remaja mesti dapat perhatian serius dari pemerintah agar penularan HIV/Aids bisa dihentikan dengan program yang tepat sasaran. Namun, dari berbagai sebab tersebut, kunci utama harus membentengi diri dengan mempertebal iman dan ketaqwaan. Misalnya dengan kegiatan ceramah agama di rumah ibadah dan penyuluhan sosialisasi bahaya HIV AIDS di sekolah-sekolah.

“Salah satu upaya pencegahan dan sosialisasi bahaya HIV/Aids dapat melalui penyuluhan di sekolah, media cetak dan elektronik serta melibatkan peran tokoh masyarakat maupun tokoh agama. Ini bertujuan untuk menjauhkan para remaja dari perilaku yang beresiko seperti seks bebas dan penyalahgunaan narkotika. Sehingga kapan proses terjangkit penyakit ini masuk ke tubuh manusia, tidak bisa disadari sebelumnya. Inilah yang perlu diwaspadai bersama," pungkasnya.***(had)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5505