55 Persen ODHA Terinveksi Lewat Seks Bebas
Tanggal: Monday, 05 December 2011
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 04 Desember 2011

BENGKULU: Yayasan Kantong Informasi dan Kesehatan (Kipas) menyebutkan sebanyak 55 persen orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Bengkulu terinveksi virus mematikan tersebut lewat seks bebas.

"Pola penularan sudah berubah dari penggunaan narkoba suntik secara bersamaan menjadi seks bebas, dimana hingga Oktober 2011 sebanyak 55 persen ODHA yang kami jangkau tertular lewat seks bebas," kata Direktur Yayasan Kipas Merly Yuanda di Bengkulu, Sabtu (3/12).

Ia mengatakan data Yayasan Kipas menyebutkan sebanyak 469 orang di Bengkulu telah terinveksi virus yang menyerang sistim kekebalan tubuh itu.

Data tersebut diperoleh dengan sistim penjangkauan rekan sebaya lewat kelompok kunci antara lain kelompok waria, pekerja seks komersial, pelanggan PSK, gay, lesbian, pemakai narkoba suntik (penasun) dan lembaga pemasyarakatan.

Ia menyebutkan angka ini dipastikan terus bertambah karena pada 2011 hingga 2012 Kipas akan melakukan penjangkauan hingga 5000 orang yang rentan terinveksi.

Program tersebut kata dia bekerja sama dengan yayasan internasional Global Fund dengan tujuan intervensi perilaku penderita penyakit yang belum ditemukan obatnya itu.

Sementara itu Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bengkulu menyebutkan jumlah kunjungan konseling atau volunteer conseling test (VCT) di dua klinik di Kota Bengkulu terus meningkat.

"Data triwulan pertama dan kedua terjadi peningkatan jumlah pengunjung ke klinik konseling HIV/AIDS meski kenaikannya tipis," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bengukulu Arna Mareta.

Ia mengatakan pada triwulan pertama, jumlah kunjungan sebanyak 162 kunjungan dengan kasus positif sebanyak lima kasus, negatif sebanyak 18 kasus.

Sedangkan jumlah kunjungan pada triwulan kedua meningkat menjadi 167 kunjungan dengan kasus positif sebanyak lima kasus dan negatif sebanyak 16 kasus.

"Dalam triwulan pertama sebanyak dua orang dengan HIV/AIDS (ODHA) meninggal dunia dan triwulan kedua sebanyak tiga orang," tambahnya.

Arna menyimpulkan sementara, data jumlah kunjungan ke VCT sejak 2003 hingga 2011 sebanyak 2.637 kunjungan dengan kasus positif sebanyak 309 kasus.

Jumlah ODHA yang meninggal dunia sejak 2003 hingga triwulan kedua 2011 sebanyak 87 orang.

"Data ini yang tercatat di Dinas Kesehatan, RSUD M Yunus dan dari KPA," ujarnya.

Menurutnya, ODHA yang pertama terdata di Bengkulu pada 2003 dengan jumlah empat kasus lalu jumlahnya meningkat terus hingga sudah merata di 10 kabupaten dan kota.

Upaya penanggulangan penyebaran penyakit yang belum ditemukan obatnya itu kata dia sudah dilakukan antara lain pembentukan KPA di 10 kabupaten dan kota.

"Tinggal lagi bagaimana KPA yang sudah terbentuk ini menyusun program dan mensinergikan seluruh pihak yang bertanggungjawab dalam penanggulangan HIV/AIDS," katanya. (Ant/OL-3)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5517