Prof Dr Asasriwarni, MA Tokoh Ulama Tigo Tungku Sajarangan Harus Turun
Tanggal: Monday, 05 December 2011
Topik: Narkoba


Padang Ekspres, 04 Desember 2011

Tingginya angka kasus HIV/AIDS di Sumbar memang harus jadi pemikiran bersama. Ini tidak terlepas dari pergaulan remaja yang semakin kebablasan. Ketika arus informasi dan westernisasi datang dengan cepat, perubahan bertubi-tubi, sementara kontrol lemah. Akibatnya penyakit-penyakit masyarakat pun muncul tak terbendung.

Sekarang peran ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai kian pudar. Tigo tungku sajarangan tidak lagi berperan maksimal dalam merubah perilaku masyarakat. Ninik mamak sekarang tidak lagi didengarkan, karena masing-masing kita sudah merasa hebat, semakin renggang saja jarak antara mamak dan kemenakan. Ini persoalan serius.

Mamak tidak mau tahu lagi dengan urusan kemenakannya, begitu pun sebaliknya kemenakan tak kenal mamak. Jadi persoalan penyakit masyarakat ini, termasuk HIV/AIDS harus kembali lagi pada karakter. Tumbuhkan kembali pendidikan di lingkungan keluarga. Sebab, karakter anak itu harus dibentuk sejak lahir.

Keluarga mesti mampu membentuk anak memiliki karakter cerdas. Berikan contoh-contoh yang bagus, dan kontrol yang baik. Begitu pun peran alim ulama dan cadiak pandai, yang pertama dilakukan adalah memperbaiki diri.

Masing-masing mesti meningkatkan kualitas dan kompetensi dirinya. Baru ketiga bagian ini saling mensinergikan diri untuk memperbaiki kondisi itu. Sama-sama menggiatkan diri mengambil peran. (heri)

Sumber: http://padangekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5518