Pemerintah Perlu Dukung Pengadaan Obat ARV
Tanggal: Monday, 05 December 2011
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 04 Desember 2011

HINGGA saat ini, memang hanya obat-obatan antiretroviral (ARV) yang dapat menghambat perkembangan HIV. Terapi obat retroviral dapat menekan angka kematian dan angka kesakitan secara signifikan.

Ini secara tidak langsung memperpanjang usia harapan hidup sekaligus memberikan waktu bagi penderita untuk melakukan hal-hal yang produktif.ARV juga efektif mencegah penularan, bahkan beberapa penelitian mengungkap ARV mampu mencegah penularan hingga 92 persen.

Dr Zaenal Abidin, pendiri Yayasan Gema Sadar Gizi, menyatakan obat ARV ini semestinya wajib tersedia. Karena itu, pengadaan obat produksi dalam negeri perlu terus didorong terus. Hal itu ia ungkapkan dalam diskusi terbatas menyambut Hari AIDS Sedunia 2011 di Café Nona Bola Menteng Jakarta Pusat, Senin (28/11).

Menurutnya, obat dalam negeri akan relatif lebih murah, terjamin, berkesinambungan, dan tidak membuang devisa. Obat ini dikatakan relatif murah karena sekarang bahan baku dari luar negeri terbilang mahal. Selain itu, Indonesia tidak punya biaya transport dari luar negeri. Obat produksi dalam negeri pun mempunyai tanggal kedaluwarsa yang lebih lama ketimbang obat dari luar negeri. Belum lagi, hambatan di imigrasi yang menyebabkan obat bisa tertahan di bandara berbulan-bulan sehingga terjadi kekosongan obat di sarana pelayanan.

Sesungguhnya, obat produksi dalam negeri kualitasnya juga baik. Namun, BUMN Farmasi yang memproduksi obat ARV di Indonesia perlu mendapat dukungan lebih kuat dan lebih luas dari pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia agar mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kualifikasi dari WHO dalam memproduksi obat-obat ARV.

Dr Zaenal lalu mengutarakan pemerintah pun semestinya memiliki keberanian untuk memakai produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan kepada pihak luar. (Pri/OL-06)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5519