Problem HIV/Aids: Istri Tak Berani Minta Suami Pakai Kondom
Tanggal: Monday, 05 December 2011
Topik: HIV/AIDS


TRIBUN-MEDAN.com, 05 Desember 2011

BANTUL - Tren persebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (Aids) saat ini bergeser kepada ibu-ibu rumah tangga.

Hal itu dikuatkan oleh data yang menyebutkan bahwa pada Juni 2011 di Kota Kendal, ditemukan 18 persen dari 216 kasus HIV/Aids adalah para ibu rumahtangga.

Hal ini diungkapkan Tri Hastuti Nur R, M.Si, aktivis gender sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (4/12/2011) dalam diskusi terbatas terkait Hari Aids, yang juga diperingati pada 1 Desember.

Menurutnya hal ini tentu saja memprihatinkan, mengingat selama ini masyarakat secara umum menganggap bahwa yang beresiko tinggi terkena aids adalah kelompok seperti sopir, tunasusila, pengguna narkoba jenis suntik, dan sebagainya.

Tri menjelaskan, penelitiannya memunculkan angka yang cukup banyak terkait Aids pada ibu rumahtangga. “Di Kota Solo, setiap bulan bisa ditemukan 10-30 kasus Aids pada ibu rumahtangga. Mau tidak mau, seorang istri memiliki hubungan yang langsung dengan suami. Bila suaminya masuk dalam kelompok high risk atau beresiko tinggi terkena Aids, sebenarnya istri pun juga memiliki resiko itu,” terangnya.

Menurutnya, meningkatnya jumlah ibu rumahtangga yang terjangkit Aids, dipengaruhi oleh kultur yang ada. “Para wanita, khususnya ibu rumahtangga, seringkali tidak berani bicara. Dalam kultur Indonesia, wanita diharuskan untuk melayani, menurut, mereka cenderung tidak berani untuk meminta suaminya menggunakan kondom saat berhubungan badan,” ungkapnya.

Sumber: http://medan.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5522