Kurang Informasi Picu Timbulnya Risiko HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 05 December 2011
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 05 Desember 2011

Jakarta - Riset Durex Sexual Wellbeing Global Survey mengungkapkan mayoritas pria dan wanita Indonesia tidak memiliki informasi yang memadai mengenai HIV/AIDS.

Sexual wellbeing adalah sebuah keseimbangan seksual yang sehat antara faktor fisik, emosional dan sosiologis. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan perlindungan dan penjagaan kesehatan seksual diri sendiri dan pasangan.

Ratanjit Das, General Manager Reckitt Benckiser Indonesia mengatakan untuk pertama kalinya Indonesia diikutsertakan dalam survey ini dan hasil yang didapat cukup mengkhawatirkan.

Setidaknya 6% wanita dan 13 % pria diketahui memiliki lebih dari satu pasangan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan Amerika Serikat (10%) dan Inggris (8%).

Survey ini juga menemukan 82% pria dan wanita Indonesia merasa membutuhkan lebih banyak informasi mengenai HIV/AIDS. Hal ini tentu saja memprihatinkan, terutama karena Indonesia memiliki tingkat penyebaran HIV/AIDS tercepat di Asia Tenggara, sehingga menjadikan upaya pencegahan dan penghentian penyebaran HIV/AIDS semakin sulit.

Sementara itu, terungkap pula bahwa 7 dari 10 orang tidak menggunakan pelindung terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS) atau HIV/AIDS ketika pertama kali berhubungan seksual.

Sementara satu dari lima orang Indonesia yang sedang menjalin hubungan mengaku tidak mengetahui apakah pasangan mereka pernah menderita IMS.

“HIV/AIDS tetap merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia, dan salah satu cara yang kita dapat lakukan untuk mencegahnya adalah dengan menjaga sexual wellbeing kita, dimana kesadaran pencegahan lebih baik daripada pengobatan,” ujar Ratanjit.

Melihat tingginya tingkat penyebaran HIV/AIDS di Indonesia, Durex berkomitmen untuk membangun kesadaran masyarakat Indonesia yang lebih baik mengenai sexual wellbeing.

Hasil survei ini pun diharapkan dapat membantu pemerintah untuk melakukan pencegahan atau pun menanggulangi penyebaran HIV/AIDS.

Sementara itu, Seksolog, Dr. Boyke Dian Nugraha mengatakan Survey yang dilakukan Durex ini memberikan perspektif baru dalam memahami perilaku seksual masyarakat dunia dan terutama di Indonesia.

Memahami makna dari hasil temuan tersebut akan membantu pasangan dalam meraih kondisi seksual yang sehat secara fisik, emosional, dan sosiologis. Yang lebih penting lagi, hasil riset Durex dapat membantu mencegah penyebaran HIV/AIDS.

Sexual Wellbeing Global Survey ini telah dilakukan selama 15 tahun dengan mempelajari sikap dan perilaku seksual masyarakat dunia.

Tahun ini sebanyak 29.003 pria dan wanita berusia 18+ dari 36 negara, termasuk Indonesia, yang ikut berpartisipasi. [mor]

Sumber: http://gayahidup.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5523