Untuk Warga Miskin di Klinik Teratai RSHS Gratis Pemeriksaan HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 05 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Galamedia, 05 Desember 2011

EYCKMAN - Klinik Teratai Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menerima warga tidak mampu bebas karcis pemeriksaan dengan menggunakan layanan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Langkah itu sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran human immunodeficiency virus/ acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) dengan tidak membatasi layanan kepada siapa pun.

"Pencegahan pertama untuk penyebaran adalah dengan upaya deteksi dini atau early detection melalui volunteer counseling test atau VCT. Untuk tesnya tidak bayar. Hanya sesuai aturan, ada biaya karcis semacam retribusi bagi rumah sakit sekitar Rp 25 ribu," terang Ketua Tim Penanggulangan HIV/AIDS RSHS 2010-2013, dr. Rahmat S. Sumantri pada peringatan Hari AIDS Sedunia di Gedung Eyckman FK Unpad, Sabtu (3/12).

Dikatakannya, Klinik Teratai yang berdiri di RSHS memang mendukung upaya penekanan angka pengurangan penyebaran HIV/AIDS dengan menerima pasien melalui Jamkesmas. Karenanya, bagi warga atau pasien yang sudah memiliki layanan Jamkesmas, tidak perlu ragu untuk mendatangi Klinik Teratai dan mendaftar di ruangan yang sama. Untuk lebih pribadi dan rahasia, warga juga tidak perlu khawatir.

"Sebab ruangan atau Klinik Teratai ini terpisah dengan ruang pendaftaran maupun pelayanan pasien umum. Hal ini disengaja, mengingat masih buruknya stigma masyarakat, terutama pada ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Karenanya, tidak usah khawatir," katanya.

Kasus HIV/AIDS di Jawa Barat masih menunjukkan angka yang cukup besar. Dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), data kumulatif kasus HIV-AIDS yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Jabar per September 2011, yaitu 6.279 kasus HIV/AIDS (3.925 kasus AIDS dan 2354 HIV positif).

Sementara di Kota Bandung sejak tahun 1991-2011, telah ditemukan 2.380 kasus terdiri atas 1.142 kasus HIV dan 1.238 kasus AIDS. Kota Bandung sudah dinyatakan pada fase kritis dan memprihatinkan, terkait epidemiknya kasus HIV/AIDS tersebut.

Melalui tes VCT, diharapkan angka penyebarannya bisa ditekan bahkan tidak ada lagi kasus baru. Ditambahkan Direktur Umum dan Operasional RSHS dr. Edi Sampurno, secara administrasi untuk pelayanan di Klinik Teratai sangat mudah. Selain mempunyai kartu Jamkesmas, bagi warga yang tidak mempunyai kartu Jamkesmas tinggal meperlihatkan surat keterangan tidak mampu.

Sementara itu, menurut Manajer Klinik Teratai RSHS dr. Nirmala Kesumah, hasil tes yang dilakukan di Klinik Teratai terhitung cepat. Selain VCT, terdapat juga layanan konseling pre-testing dan konseling post testing. Layanan ini bisa lebih dini membantu seseorang mengetahui status HIV. (B.107)**

Sumber: http://www.klik-galamedia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5525