Penderita HIV/AIDS Bertambah, Alokasi Anggaran Dikurangi
Tanggal: Tuesday, 06 December 2011
Topik: HIV/AIDS


TRIBUN-TIMUR.COM, 05 Desember 2011

MAKASSAR - Alokasi anggaran untuk Biro Napza HIV/AIDS mengalami penurunan drastis di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok 2012. Sementara jumlah penderita bertambah menjadi 800 orang yang tersebar di hampir semua kabupaten/kota, khususnya di Makassar.

Sesuai Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2012, Biro Napza hanya dialokasikan Rp 2,7 miliar, atau turun sekitar Rp2 miliar dari anggaran tahun ini (2011), yakni Rp 5,2 miliar.

Terkait penurunan tersebut, Kepala Biro Penanggulangan Narkotika Psitropika Zat Aditif (Napza) dan HIV/AIDS Sulsel, Sri Endang Sukarsi mengaku bisa memahami, karena di tahun depan ada alokasi anggaran ke sektor lain yang membutuhkan dana tidak sedikit. Seperti dana Pilkada Gubernur Sulsel sekitar Rp 225 miliar yang dimasukkan di dana tak disangka.

"Dengan berkurangnya anggaran, tentu beberapa program kita minimalkan, biar tetap jalan. Tidak semua penyelesaiannya harus menggunakan uang," kata Sri saat ditemui usai menghadiri rapat evaluasi dengan Komisi E di Lantai II Gedung Tower DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Senin (5/12)

Sri menyebutkan, dengan penambahan penderita HIV/AIDS tersebut, maka jumlah keseluruhan sudah mencapai 4.908 orang selama kurun waktu 10 tahun terakhir.

"Ini data hingga September 2011. Dan tentu masih memungkinkan bertambah, karena terus dilakukan pendataan,"jelas Sri.

Menurutnya, penderita HIV/AIDS tersebut, sebagian sudah ditangani langsung bekerjasama dengan masing-masing pemerintah kabupaten/kota. Hanya saja, pihaknya belum merinci secara detail, mengenai penderita di setiap daerah.

"Pastinya program sosialisasi kita jalan terus, termasuk kita siapkan program khusus di 2012 mendatang. Nanti kami sampaikan program baru, termasuk antisipasinya," tambah Sri.

Penderita HIV/AIDS didominasi usia produktif, yakni 14-21 tahun. Saat ini, Sulsel berada di peringkat 7 nasional dari jumlah penderita HIV/AIDS. Jika sebelumnya kebanyakan di Makassar, maka penderita sudah menyebar ke hampir semua pelosok daerah di Sulsel.

Penularan virus mematikan ini, banyak disebabkan oleh prilaku seks bebas, dan penggunaan narkotika di kalangan remaja, serta jarum suntik. Bahkan, di salah satu perkampungan di perbatasan Kabupaten Bone, dan Kabupaten Soppeng, ada tujuh penderita HIV/AIDS atau Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dari kalangan remaja yang diisolasi oleh keluarga dan lingkungannya.(*/tribun-timur.com)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5532