Germo Ukraina Bakal Raup Untung di Piala Eropa 2012
Tanggal: Tuesday, 06 December 2011
Topik: Narkoba


Kompas.com, 05 Desember 2011

SETIAP tahun ada dua juta wisatawan seks mengunjungi Ukraina, tempat diadakan pengundian putaran final bagi kejuaraan sepak bola Eropa. Negara yang menyelenggarakan Euro 2012 bersama dengan Polandia bulan Juni mendatang, bergumul dengan masalah penularan HIV dan perdagangan perempuan.

"Para germo di Ukraina sudah menantikan keuntungan tambahan saat Kejuaraan Sepak Bola Eropa" kata pegiat hak perempuan, Anna Gutsol, seperti dikutip Radio Nederland, Sabtu (3/12/2011).

"Lift hotel yang saya tempati di Kiev, ibu kota Ukraina hanya bisa diaktifkan dengan memakai kartu hotel. Tapi, aturan ketat ini tidak berlaku untuk semua orang. Setiap hari saya menyaksikan perempuan muda bersepatu hak tinggi mendapat bantuan staf hotel yang berdiri di belakang meja lobi: 'Kamu harus ke mana sayang?'"

"Pesanan datang dari kamar 10.03", kata gadis itu dengan gugup. Portir menggunakan kartunya, menekan angka 10, dan kemudian lift naik, gadis itu menuju ke pelanggan. Begitulah deskripsi wartawan radio itu.

"Hotel dan kelab malam untuk tamu asing menjadi ajang," ujar Anna Gutsol dari organisasi pembela hak perempuan Ukraina Femen. "Jelas sudah mengapa Anda terbangun setiap malam karena mendengar ada yang mengetuk pintu kamar hotel."

Diperkirakan, dua juta wisatawan mengunjungi Ukraina setiap tahun dengan satu tujuan seks. Gutsol berkata, "Manajemen hotel memegang peran kunci. Mereka bertanya kepada para tamu hotel pada saat kedatangan apakah mereka membutuhkan teman perempuan dan apa mereka harus memesannya. Di lobi terdapat selebaran biro jasa pramuria. Ini menjadi industri besar."

Femen mendapat sedikit perhatian dari dunia pers dengan menggelar protes topless yang mencolok. Beberapa perempuan dari organisasi Femen berdiri di jalan-jalan dengan telanjang dada untuk memprotes perdagangan perempuan dan prostitusi. Aksi tersebut sempat menjengkelkan warga Ukraina yang berpendidikan tinggi.

"Protes telanjang dada itu membikin citra negara kami malah tambah parah," kata Oksana Faryna, wartawan di ibu kota Kiev.

Femen tidak peduli. "Tujuan menghalalkan cara yang dipakai, kami ingin menarik perhatian masyarakat pada masalah besar yang disebabkan oleh industri seks," tegas Gutsol.

Jumlah pekerja industri seks Ukraina diperkirakan mencapai 60.000 perempuan. Selain itu, menurut kementerian dalam negeri Ukraina, negera ini menempati posisi kedua setelah Moldavia sebagai eksportir perempuan ke Eropa Barat.

Kementerian Ukraina juga memperkirakan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir sudah lebih dari 400.000 perempuan Ukraina menjadi korban perdagangan manusia.

Kasus HIV

Industri sekslah yang terutama bertanggung jawab atas 350.000 pasien HIV di Ukraina. "Sebenarnya jumlahnya jauh lebih tinggi," kata Gutsol. "Tapi karena miskin, banyak orang menghindari pergi ke dokter. Jadi, mereka bahkan tidak sadar kalau mereka mengidap HIV."

Angka pasien HIV di Ukraina dan negara Eropa Timur lainnya sangat "mencemaskan", demikian laporan dari PBB dan Brussels baru-baru ini. Tetapi, usaha penanggulangan AIDS akan percuma tanpa pengendalian industri seks, tutur Gutsol, aktivis Femen.

"Masalahnya adalah pejabat tinggi yang harus menindak para germo malah korup," tambahnya. Femen membuat laporan televisi mengenai brigade anti-industri seks. "Kami memfilmkan bagaimana para germo kadang-kadang mendatangi brigade untuk sekadar berbicara. Mereka malah saling bekerja sama."

Perdagangan perempuan yang marak ini semakin terpupuk oleh Kejuaraan Sepak Bola Eropa tahun 2012. Demikian kecemasan yang diungkapkan Anna Gutsol. Pada bulan Juni mendatang pertandingan spektakuler ini akan digelar di Ukraina dan Polandia.

"Sekarang saja Anda sudah bisa menyewa hostes Euro2012 melalui internet. Para germo sudah siap mengeruk untung tambahan," katanya.

Pada pembukaan stadion baru bagi Kejuaraan Eropa di Ukraina, aksi wanita telanjang dada dari organisasi Femen sempat mengganggu jalannya upacara. Mereka kemudian digiring keluar oleh polisi.

Gutsol bercerita, "Saya berhenti menghitung berapa kali saya ditangkap, tapi kami tidak dianiaya di penjara. Pihak berwenang tahu bahwa Femen sekarang sudah dikenal di luar negeri."

Gutsol berharap bahwa mantan pemain top Michel Platini, yang sekarang menjadi Ketua Persatuan Sepak Bola UEFA, akan tergugah untuk ikut menyerukan Euro2012 tanpa prostitusi.

"UEFA juga menggalakkan beberapa program sosial lainnya, seperti menentang kekerasan di dalam dan sekitar lapangan sepak bola. Jadi, kami meminta Platini untuk mendukung kami. Tapi dia menutup telinganya bagi kami."

Gutsol berpendapat bahwa kepentingan ekonomi terlalu tinggi untuk membiarkan pesta sepak bola Eropa diganggu oleh Femen. "Penjualan bir akan melonjak. Setelah meneguk minuman keras dan bunyi peluit tanda pertandingan selesai, mereka langsung ke pelacur."

Sumber: http://internasional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5548