Ikut Sumbang Peningkatan Kasus HIV/AIDS di Klungkung
Tanggal: Tuesday, 06 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Bali Post, 06 Desember 2011

Pemilik komplek yang menyediakan bilik-bilik darurat dan PSK di eks galian C, Sul boleh saja mengklaim anak buahnya aman (terbebas dari penyakit), dengan alasan sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin setiap Jumat. Namun, komisi penanggulangan HIV/AIDS Daerah (KPAD) Klungkung menyebutkan, dari seratus lebih kasus HIV/AIDS di Kabupaten Klungkung dan jumlahnya terus meningkat, di antaranya merupakan sumbangan dari eks galian C.

Kasus penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Klungkung semakin mengkhawatirkan. Peningkatan terus terjadi secara bertahap sejak tahun 2002. Hingga tahun 2010, data Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Daerah (KPAD) Klungkung, tercatat sudah ada 92 kasus di bumi serombotan dan terus bertambah menjadi 119 kasus hingga Oktober 2011 atau terjadi penambahan 27 kasus medio Januari-Oktober 2011.

Kondisi itu, sempat menjadi sorotan Wabup Klungkung yang Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) juga Ketua KPAD Klungkung Tjok. Gede Agung ketika menghadiri Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-47 di Gedung Balai Budaya Klungkung, beberapa waktu lalu. Menurut Tjok. Agung, HIV/AIDS saat ini sudah merambah ke keluarga-keluarga di bumi serombotan. Jika tidak segera ditanggulangi, penyebarannya dipastikan makin mengkhawatirkan dan semakin banyak keluarga yang terjangkit. ‘’Makanya, semua pihak harus bahu membahu melakukan penanggulangan. Karena kondisi HIV/AIDS saat ini sudah sangat mengkhawatirkan,’’ sebutnya.

Tak hanya kepada komponen masyarakat, Tjok. Agung juga meminta seluruh jajarannya hingga terbawah seperti kepala lingkungan, dusun, perbekel, lurah, camat dan seterusnya untuk ikut serta membantu memerangi penyebaran virus mematikan itu. Meskipun diakui, selama ini dana yang dialokasikan untuk mengatasi persoalan tersebut cekak. ‘’Memerangi penyebaran HIV/AIDS, bukan hanya tugas pemerintah. Juga tanggung jawab semua pihak dan sangat diperlukan kerja samanya,’’ tandas Tjok. Agung.

Konseling

Sekretaris KPAD Klungkung dr. Herman Hartanto menyebutkan, peningkatan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Klungkung terjadi akibat meningkatnya aktivitas konseling dan testing VCT di RS Klungkung. Juga peningkatan penyebarluasan informasi. Sejak tahun 2002 hingga tahun 2010, jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Klungkung 92 kasus. ‘’Sedangkan tahun 2011, sejak Januari-Oktober, terdapat 27 kasus,’’ sebut Herman Hartanto yang beberapa di antaranya diakui ada di eks galian C.

Untuk penanggulangan penyebaran HIV/AIDS yang terus meningkat, Badan Narkotika Provinsi (BNP) Bali bersama Sat. Narkoba Polres Klungkung juga melakukan upaya. Salah satunya menggelar tes urine terhadap sejumlah kalangan seperti anggota DPRD Klungkung, penghuni rumah tahanan dan pelajar. Kegiatan itu dilakukan Untuk mengecek kemungkinan adanya pengguna narkoba di kalangan tersebut.

Cekaknya anggaran (meski tidak pernah disebutkan secara transparan berapa jumlahnya- red), membuat upaya penanggulangan penyebaran HIV/AIDS juga dilakukan secara normatif. Seperti pemasangan spanduk dan baliho di beberapa titik di pinggir jalan raya. Pemasangan spanduk-spanduk di lingkungan unit kerja (pemerintah, BUMN dan BUMD). Pembagian stiker, disseminasi penanggulangan HIV/AIDS pada kepala sekolah, pertemuan advokasi memantapkan komitmen gerakan bersama penanggulangan HIV/AIDS dan pembentukan outlet kondom. ‘’Ya, kegiatan yang kami lakukan memang cenderung normatif. Tetapi, paling tidak, dengan kegiatan itu akan mempengaruhi sekian persen masyarakat. Minimal mereka ngeh terhadap bahaya HIV/AIDS,’’ sebut Herman Hartanto seraya menambahkan, untuk peringatan Hari AIDS se-dunia awal Desember lalu, sedikitnya disebarkan 1.500 lembar stiker kepada masyarakat.(bal)

Sumber: http://www.balipost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5555