Kasus Sodomi terjadi di Kotamobagu
Tanggal: Tuesday, 06 December 2011
Topik: Narkoba


INILAH.COM, 06 Desember 2011

Kotamobagu - Kasus sodomi yang menimpa seorang bocah 9 tahun di alun-alun Kotamobagu belum lama ini, ternyata mendapat perhatian serius Walikota Drs Hi Djelantik Mokodompit.

“Kasus tersebut tidak boleh dibiarkan. Polisi harus menangkap si pelaku dan memrosesnya sesuai hukum yang berlaku,” katanya kepada Komentar, Minggu (04/12).

“Terus terang, secara pribadi saya tidak menyangka kasus tersebut dapat terjadi di Kotamobagu. Sebab, ini menunjukkan bahwa si pelaku mengidap seks menyimpang,” lanjut orang nomor satu di Kotamobagu ini.

Karena itu, selain mendesak agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut, ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat di Kotamobagu untuk memerangi perilaku seks menyimpang.

“Tindakan menyodomi anak di bawah umur itu adalah perbuatan bejat dan tidak bisa ditolerir. Nah, agar kasus-kasus tersebut tidak terulang di masa mendatang, saya mengajak seluruh masyarakat untuk memerangi perilaku seks menyimpang seperti itu,” pinta Djelantik.

“Terlebih lagi, manusia yang berperilaku seperti itu sangat rentan dengan penyakit seks menular, bahkan bisa sampai mengarah pada penyakit HIV/AIDS. Ini tentu sangat membahayakan bagi kita semua, sebab penyakit (HIV/AIDS) itu belum ada obatnya sampai sekarang,” ungkap Papa Raski, sapaan akrab Djelantik Mokodompit.

Ia pun menyebutkan sejumlah contoh perilaku seks menyimpang. Semisal, lelaki tertarik dengan sesama jenis alias gay, atau hubungan perempuan dengan perempuan (lesbian).

“Sudah banyak kasus penderita HIV/AIDS yang sampai saat ini belum teratasi penyakitnya, karena dipicu oleh hubungan sesama jenis. Karena itu, mari kita sama-sama perangi perilaku seks menyimpang ini,” pungkasnya.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kotamobagu mencatat bahwa sampai 2011 ini telah terdeteksi ada tujuh orang yang menderita AIDS dan satu positif terinfeksi HIV.

Hanya saja, daerah ini masih sangat terbatas untuk mendeteksi penderita HIV/AIDS. Kotamobagu belum memiliki VCT atau Voluntary Counseling and Testing, yaitu alat tes dan konsultasi sukarela. [mor]

Sumber: http://sindikasi.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5557