Penderita HIV/AIDS di Maluku 1.589 Orang
Tanggal: Wednesday, 07 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Metrotvnews.com, 07 Desember 2011

Ambon: Data Dinas Kesehatan Provinsi Maluku mencatat, hingga November 2011 jumlah penderita HIV/AIDS di Maluku sebanyak 1.589 orang. Jumlah itu terdiri dari 827 orang positif HIV dan 762 orang positif AIDS.

Kota Ambon menjadi wilayah tertinggi dalam jumlah penderita yakni 800-an kasus. Menyusul Kabupaten Maluku Tenggara 200 kasus, Kabupaten Kepulauan Aru 122 kasus, dan sisanya tersebar di beberapa kabupaten lain termasuk Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Buru Selatan.

"Kasus tertinggi ditemukan pada kaum usia produktif, 15-39 tahun, yang sering menggunakan narkoba jenis jarum suntik, dan mereka yang berperilaku seks bebas," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku, dr.Ike Pontho, pada acara Diskusi HIV/AIDS memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS), di Ambon, Selasa (6/12).

Menurut dia, prevalensi HIV/AIDS di Maluku dapat diketahui karena meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas yang dirujuk oleh (Dinkes) Maluku. Pontho mejelaskan, penyebaran virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia itu sejak pertama kali ditemukan pada 1994 di Kota Tual hingga akhir November 2011 tercatat sebanyak 1.589 kasus.

Dari jumlah 1.589 kasus itu, terdapat tiga bayi juga positif tertular virus HIV/AIDS yakni di kota Tual. Selain itu, terdapat satu waria di Masohi, ibu kota Kabupaten Maluku Tengah juga saat ini sedang dirawat di RSUD setempat karena positif tertular AIDS.

Deputi Program Komisi Penanggulangan (KPA) AIDS Indonesia Vony Cornelius mengatakan, pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS selain dengan sosialisasi terpenting adalah memutuskan potensi induk yakni mereka yang positif tertular, sehingga tidak menyebar kepada orang lain.

"Potensi induk harus diputus sehingga tidak menyebar ke orang lain, saya juga mengimbau sebaiknya tidak membiasakan diri melakukan hubungan seks bebas terutama di tempat lokalisasi," kata Vony.

Pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten/kota diminta senantiasa melakukan koordinasi dalam hal penanggulangan virus mematikan tersebut. Misalnya dengan KPA daerah, LSM, aktifis, dan pemerhati lainnya termasuk penyediaan anggaran melalui APBD untuk membiayai program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Acara diskusi diikuti Wakil Bupati Maluku Tengah Imanuel Seipala, Wakil Bupati Maluku Tenggara, Junus Serang, instasi terkait dari Pemprov, kabupaten/kota, siswa sekolah SMP dan SMA se kota Ambon, para aktifis, LSM dan pemerhati juga Orang Dengan HIV dan AIDS. (Ant/*)

Sumber: http://www.metrotvnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5566